SoftBank Diperkirakan Akan Mengalami Penurunan Laba Operasional Q1

Perusahaan telekomunikasi dan media Jepang, SoftBank Group Corp diperkirakan akan melaporkan kenaikan kecil laba kuartal mereka, di tengah upaya para investor yang mencari rincian mengenai rencana monetize Vision Fund senilai $100 Milliar melalui IPO. Pihak SoftBank tengah mempertimbangkan untuk mengambil dana investasi yang mendapatkan dukungan dari publik Arab Saudi.

Pasca libur Golden Week di Jepang, nilai saham SoftBank mencatat kenaikan 4% di sesi perdagangan Senin kemarin. Perusahaan tersebut diperkirakan akan memposting kenaikan laba operasional sebesar 1% menjadi 156 milliar Yen ($1.41 milliar) di periode tiga bulan yang berakhir di bulan Maret lalu.

Saat ini para investor tengah berjuang untuk mengukur investasi yang tumbuh dari Vision Fund, di tengah tidak adanya kejelasan mengenai metode penilaian yang dapat membantu menggarisbawahi strategi mereka. Investasi SoftBank yang berkembang pesat terus menyebabkan para investor kesulitan dalam melakukan penilaian bisnis, sekaligus juga meningkatkan kekhawatiran mengenai pengembalian dan tingkat hutang SoftBank.

Unit usaha domestik SoftBank Group, Telco melaporkan hasil keuangannya sehari lebih cepat dari perusahaan induknya. Analis menilai akhir yang lemah untuk SoftBank Corp dengan laba operasional ditetapkan turun hingga sebesar 11% menjadi 94 milliar Yen.

Sementara itu Sprint Corp yang merupakan unit usaha milik SoftBank dan T-Mobile US Inc, pada bulan lalu telah memperpanjang tenggat waktu untuk menyelesaikan merger senilai $26 milliar, seiring regulator yang belum memberikan keputusan apakah akan menyetujui transaksi yang diumumkan setahun lalu.

Sepanjang tahun ini nilai saham SoftBank Group telah meningkat sebesar 60%, akan tetapi saham perusahaan Telco justru turun 5% dan telah mencatat penurunan 14% di bawah harga IPO pada Desember lalu, sedangkan saham SoftBank Corp turun 1.3%.(WD)

Related posts