SoftBank Mencatat Penurunan Laba Operasional Lebih Dari Perkiraan

Perusahaan investor teknologi asal Jepang, SoftBank Group Corp mengatakan bahwa laba operasional selama kuartal ketiga turun 99%, jauh dari perkiraan para analis, seiring kerugian yang diderita oleh Vision Fund hingga senilai $100 milliar.

Vision Fund mencatat kerugian operasi 225 milliar Yen ($2.05 milliar) pada kuartal tersebut dibandingkan dengan laba 176 milliar Yen pada periode yang sama tahun sebelumnya.

Secara keseluruhan laba kelompok usaha tersebut mencapai 2.6 milliar Yen selama periode Oktober-Desember, dari setahun sebelumnya di angka 438 milliar Yen. Vision Fund mengatakan telah menginvestasikan $74.6 milliar di 88 perusahaan pada akhir Desember, dan bahwa investasi tersebut bernilai $79.8 milliar pada akhir tahun.

Hasil ini terkait founder dan chief executive Softbank, Masayoshi Son yang bekerja untuk menarik modal dari luar negeri untuk pengganti Vision Fund, yang memiliki investor jangkar dari Arab Saudi dan Abu Dhabi.

Kredensial investasi Son terpukul pada kuartal Agustus-September ketika Vision Fund terpukul oleh taruhan besar mereka terhadap perusahaan WeWork yang mencatat kerugian operasional hingga sebesar $8.9 milliar.

Sejak saat itu banyak perusahaan yang masuk dalam portfolio mereka, mulai dari platform pemesanan hotel OYO hingga perusahaan cloud robotics CloudMinds, telah memangkas jumlah posisi pekerja mereka serta mendapatkan tekanan dalam menunjukkan kelayakan jangka panjang dari model bisnis mereka.

Pada sesi perdagangan hari ini nilai saham SoftBank melonjak ke harga tertingginya dalam tujuh bulan, seiring dukungan dari berita yang mengatakan bahwa salah seorang hakim federal AS telah menolak tantangan antimonopoli terhadap usulan pengambilalihan anak perusahaan Sprint Corp oleh T-Mobile US Inc.

Namun demikian pihak SoftBank tengah menghadapi tekanan untuk meningkatkan nilai bagi para pemegang sahamnya setelah satu sumber mengatakan kepada pihak Reuters bahwa aktivis hedge fund dari Elliot Management telah mengumpulkan saham senilai hampir $3 milliar di konglomerat teknologi Jepang tersebut, sekaligus mendorong untuk adanya perubahan yang signifikan, termasuk langkah buyback saham senilai $20 milliar.(WD)

Related posts