Header Ads

T-Mobile Tengah Dalam Pembicaraan Untuk Merger Dengan Sprint Corp

Chief Executive T-Mobile US, John Legere pada hari Kamis kemarin mengakui bahwa pihaknya tengah dalam pembicaraan dengan pihak Sprint Corp untuk memperpanjang perjanjian merger mereka, namun dirinya menolak untuk mengesampingkan permintaan pengurangan harga penawaran sebesar $26 milliar.

Kesepakatan antara keduanya, yang diumumkan pada musim semi 2018 lalu, telah mendapatkan persetujuan pengaturan dari Departemen Kehakiman dan lembaga Federal Communications Commission, yang sebelumnya menghadapi tuntutan hukum dari sejumlah jaksa agung negara bagian yang berusaha untuk menghentikan kesepakatan tersebut.

Legere juga mengatakan bahwa apa yang bisa yang saat ini bisa disampaikan adalah benar bahwa mereka tengah dalam perbincangan sebagai mitra mengenai apakah dan berqpa lama pihaknya akan menentukan waktu, serta bagaimana mekanisme yang harus disepakati antara pihak dalam pertukaran untuk mendapatkan persetujuan guna memperpanjang persyaratan tersebut.

Beliau mengatakan bahwa persyaratan perjanjian merger baru mencakup mengenai bagaimana pihaknya akan menangani hal-hal yang telah terjadi dan bagaimana untuk menyetujui hal-hal di masa mendatang guna menyelesaikan kesepakatan yang sudah terjalin.

Legere juga menambahkan bahwa perusahaannya telah membuat penawaran penyelesaian kepada jaksa agung negara bagian, yang berpendapat bahwa merger dari operator nirkabel AS terbesar ketiga dan keempat tersebut akan berpotensi menyebabkan harga menjadi lebih tinggi untuk sejumlah konsumen.

Adanya referensi kemungkinan harga yang lebih rendah untuk Sprint adalah berita buruk bagi Softbank Group, yang memiliki sebagian besar saham kepemilikan operator nirkabel AS tersebut.

Pada kesempatan berbicar di sebuah acara untuk mengumumkan inisiatif yang menurutnya tergantung pada proses merger, Legere memberi para responden pertama untuk dapat mengakses secara gratis ke jaringan nirkabel 5G, serta rencana untuk membantu anak-anak yang tidak mempunyai akses internet supaya dapat mengerjakan pekerjaan rumah mereka serta memberikan layanan prabayar senilai $15 per bulan untuk mendapatkan akses bicara tanpa batas, pesan teks dan data smartphone sebesar 2GB yang mempunyai kecepatan jaringan yang tinggi.

Dalam hal ini Legere juga mengatakan rencana perusahaannya untuk meluncurkan layanan 5G pada awal Desember mendatang.(WD)

Related posts