Header Ads

Tesco Setuju Menjual Unit Bisnis Mereka Di Thailand Dan Malaysia

Perusahaan pengecer terbesar asal Inggris, Tesco berencana mengembalikan dana sebesar $6.6 milliar kepada para pemegang sahamnya setelah menyetujui untuk menjual unit bisnis supermarketnya di Thailand dan Malaysia kepada pihak Charoen Pokphand Group dengn nilai perusahaan sebesar $10.6 milliar.

Tesco memulai ulasan bisnis Asia di bulan Desember lalu setelah menerima minat terhadap aset, yang menandakan kemunduran mereka secara lebih lanjut dari ambisi global yang tinggi pada awalnya.

Saat ini Tesco telah masuk dalam rencana pemulihan lima tahun mereka yang berfokus kepada bisnis mereka di Inggris, yang diluncurkan oleh chief executive Dave Lewis setelah mereka sebelumnya dilanda skandal akuntansi sehingga mampu membatasi penurunan dramatis di perdagangannya.

Setelah menyelesaikan proses penjualan unit bisnis di Thailand dan Malaysia kepada grup bisnis asal Thailand dibawah pimpinan Dhanin Chearavanont, pihak Tesco mengatakan bahwa mereka bermaksud untuk mengembalikan dana tunai kepada para pemegang sahamnya melalui dividen khusus dengan konsolidasi saham terkait.

Dana tersebut juga akan digunakan untuk menambah defisit pensiun Tesco. Terkait berita tersebut nilai saham Tesco turun hingga 3%, namun mengungguli indeks blue-chip FTSE 100 yang mengalami penurunan hingga 8.6% akibat kekhawatiran terkait penyebaran virus corona.

Oshadhi Kumarasiri selaku analis ekuitas di LightStream Research, mengatakan bahwa dengan menjual bisnis mereka di kawasan Asia, Tesco akan dapat lebih meningkatkan margin dan pertumbuhan pendapatan di segmen bisnis utama mereka melalui alokasi sumber daya yang lebih baik.

Tesco mengatakan kesepakatan itu tergantung pada persetujuan pemegang saham dan persetujuan peraturan di Thailand dan Malaysia, yang diharapkan akan dapat diselesaikan selama paruh kedua tahun 2020 ini.

Namun, pengacara dan bankir sebelumnya mengatakan CP Group kemungkinan akan menghadapi pengawasan ketat dari regulator antitrust jika mereka melakukan pembelian aset.

Saat ini CP Group menjalankan 12 ribu gerai convenience store 7-eleven melalui CP All PCL dan sekitar 80 toko cash-and-carry di bawah Siam Macro PCL.

Disebutkan bahwa CP Group akan mendapatkan kendali atas 1.965 toko Tesco yang beroperasi di Thailand, yang mana sebagian besar diantaranya dibeli oleh Tesco dari CP Group saat terjadinya krisis keuangan Asia di 1997-1998 silam, termasuk 200 hypermarket Tesco Lotus dan 1600 toko Tesco Lotus Express, serta ditambah 74 outlet di Malaysia.

Pada bulan lalu Tesco telah menyelesaikan penjualan aset bisnis mereka di Cina dengan penjualan senilai 275 Poundsterling dari perusahaan patungan mereka kepada mitranya China Resources Holdings.

Penyelesaian kesepakatan di Thailand dan Malaysia dinilai akan meningkatkan spekulasi mengenai masa depan dari divisi bisnis mereka di kawasan Eropa Tengah, yang terdiri dari toko-toko di Republik Ceko, Hongaria, Polandia dan Slovakia, karena kesemua itu akan menjadi satu-satunya operasi yang tersisa di luar negeri, selain di Irlandia.(WD)

Related posts