Timor Leste Membeli 30% Saham ConocoPhillips Di Ladang Gas Greater Sunrise

Media Australian Financial Review melaporkan bahwa negara pecahan Indonesia, Timor Leste telah menandatangani kesepakatan untuk membeli saham ConocoPhillips di ladang gas Greater Sunrise yang terletak di lepas pantai selatan negara tersebut, dengan nilai pembelian seharga $350 juta. Adapun perjanjian tersebut disepakati dalam sebuah pertemuan di Bali antara sebuah delegasi dari Timor Leste yang dipimpin oleh mantan presidennya, Xanana Gusmao dan Menteri Perminyakan mereka yang baru, Alfredo Pires dengan pihak ConocoPhillips yang dipimpin oleh Presiden ConocoPhillips untuk Australia Barat, Chris Wilson.

Akan tetapi pihak Conoco tidak segera memberikan komentarnya mengenai penjualan 30% saham mereka di Greater Sunrise, sementara pihak kedutaan Timor Leste di Australia tidak menanggapi permintaan komentar baik melalui telepon maupun email. Pembelian ini dimaksudkan untuk memperkuat posisi Timor Leste dalam mendukung pengembangan Greater Sunrise yang telah ditemukan sejak 1974, namun mengalami penundaan dalam waktu yang lama akibat adanya perselisihan perbatasan maritim antara Australia dengan Timor Timur yang pada saat itu masih menjadi provinsi dari Indonesia.

Pihak Timor Leste menginginkan hasil gas dari ladang tersebut bisa sampai ke bibir pantainya, seiring keinginan mereka untuk mengembangkan industri berbasis minyak dan gas, seperti manufaktur petrokimia, sebagai upaya mendiversifikasi ekonominya yang saat ini masih tercatat sebagai salah satu negara termiskin di dunia.

Ladang gas Greater Sunrise, yang terdiri dari ladang gas Sunrise dan Troubador, diketahui memiliki sekitar 5.1 triliun cubic feet cadangan gas. Selain itu kawasan ini juga diketahui memilik sekitar 226 juta barrel kondensat, yang merupakan suatu bentuk minyak mentah ultra rigan, yang diperkirakan mampu untuk membantu memperkuat pengembangan sektor tersebut yang lebih menguntungkan bagi Timor Leste.

Lebih lanjut Australian Financial Review juga melaporkan bahwa sebuah perusahaan milik negara, Timor Gap tengah mencari dana guna membangun pabrik gas alam cair di pantai selatan negara tersebut. Berdasarkan perjanjian sebelumnya yang ditandatangani pada bulan Maret lalu, begara tersebut akan menerima sekitar 70% pendapatan royalti dari ladang gas tersebut apabila hasilnya dialirkan ke pantai Timor Leste dan sekitar 80% pendapatan royalti apabila hasilnya dialirkan ke Australia.(WD)

Related posts