Total SA Melaporkan Hasil Pendapatan Yang Mengejutkan

Perusahaan minyak asal Perancis, Total SA melaporkan hasil laba pendapatan yang mengejutkan setelah mendapat keuntungan yang sangat baik sehingga mampu mengimbangi penurunan harga minyak dan gas akibat pandemi virus corona.

Raksasa energi Perancis ini telah menerbitkan sejumlah data yang suram, termasuk writedown senilai $8.1 milliar pada kuartal kedua, disaat sebagian besar negara di dunia tengah menerapkan kebijakan lockdown untuk memperlambat penyebaran virus. namun para pedagang berhasil mengeksploitasi volatilitas ekstrem dalam harga minyak dan gas yang dihasilkan saat krisis kesehatan saat ini, sehingga membantu perusahaan untuk menghindari kerugian yang diperkirakan oleh para analis.

Dalam sebuah pernyataannya pihak Total melaporkan bahwa tingkat laba bersih yang disesuaikan pada periode kuartal kedua tercatat sebesar $126 juta, yang mana angka tersebut turun sebesar 96% dari periode yang sama di tahun sebelumnya, namun masih lebih baik dari kerugian rata-rata sebesar $443 juta yang diperkirakan oleh para analis.

Chief Executive Officer Patrick Pouyanne dalam pernyataan tersebut mengatakan bahwa Total mengalami krisis pasar energi dan harga gas turun hingga ke posisi terendahnya dalam sejarah serta tingkat “margins collapsing” anlok akibat laju permintaan yang lemah, namun perusahaan masih mendapat keuntungan berkat kinerja perdagangan yang lebih unggul.

Permintaan yang jatuh akibat kebijakan lockdown Covid-19 serta perang harga antara Arab Saudi dengan Rusia, menjadi sebuah kombinasi yang berarti bahwa pasar minyak telah memulai periode kuartal kedua dalam sebuah struktur harga yang disebut contango.

Hal ini memungkinkan para pedagang untuk menghasilkan uang secara lebih mudah dengan membeli minyak mentah di harga murah, menyimpannya serta menjualnya di masa mendatang. Norwegia Equinor ASA, yang menjadi salah satu pemain terbesar dengan akses ke tangki penyimpanan atau kapal tangker telah memperoleh sekitar $1 milliar di kuartal kedua saat para pedagangnya mengeksploitasi contango.

Akan tetapi laporan penghasilan Total juga mencatat data yang buruk, seiring divisi eksplorasi dan produksinya mencatat kerugian hingga sebesar $209 juta, dibandingkan dengan laba sebesar $2 milliar setahun sebelumnya. Jaringan ritel bahan bakar perusahaan di kawasan Eropa telah mengalami penurunan 30% dalam permintaan di periode kuartal tersebut dan fasilitas kilang-kilang mereka hanya beroperasi sekitar 60% dari kapasitas, yang mana catatan writedown terkait dengan nilai aset pasir minyak di Kanada.

Pada bulan Juni lalu jumlah konsumsi energi dan harga mulai mengalami pemulihan, namun perusahaan menekankan adanya ketidakpastian, volatilitas serta potensi berlanjutnya kelemahan di pasar global.

Harga gas alam cair pada kontrak jangka panjang diperkirakan akan menurun di babak kedua, dan pengiriman bahan bakar yang signifikan dapat ditunda.

Selain itu pihak Total menawarkan sejumlah kabar baik bagi para investor, yaitu mereka akan mempertahankan dividennya sebesar 66 sen Euro per saham serta menegaskan kembali bahwa hal tersebut akan berkelanjutan dengan minyak mentah jenis Brent di harga $40 per barrel.

Sedangkan Equinor dan Royal Dutch Shell Plc telah memangkas pembayaran mereka, sementara pihak BP Plc dan Eni SpA diperkirakan akan mengikuti langkah keduanya, yang mana hal ini berati bahwa Total kemungkinan akan menjadi satu-satunya perusahaan minyak Eropa yang dapat sepenuhnya menahan hantaman badai krisis kesehatan saat ini.(WD)

Related posts