Toyota Berniat Menambah Kepemilikan Terhadap Saham Subaru

Produsen otomotif Besar asal Jepang, Toyota Motor Corp mengatakan bahwa pihaknya akan meningkatkan kepemilikan saham mereka di Subaru Corp menjadi 20% dari sebelumnya sebesar 17%, saat kedua produsen mobil Jepang tersebut tengah meningkatkan skala mereka untuk lebih bersaing dalam mengembangkan teknologi baru.

Investasi tersebut dilakukan hanya berselang sebulan setelah Toyota dan Suzuki Motor Corp sebagai produsen mobil asal Jepang yang berskala lebih kecil, menyatakan bahwa keduanya akan saling mengambil risiko saham yang lebih kecil satu sama lain.

Hubungan semacam itu akan menyoroti bagaimana para produsen otomotif berusaha mengejar skala, mengelola biaya dan sekaligus mendorong pengembangan.

Dalam sebuah pernyataannya, Presiden Toyota Motor, Akin Toyota mengatakan bahwa perusahan mereka ingin mengejar setiap kemungkinan untuk memproduksi mobil yang lebih baik dan cocok untuk dipakai di era CASE (connected, autonomous, shared, and electric) dengan menyatukan kekuatan keduanya.

Produsen mobil tradisional Jepang, terutama yang berskala lebih kecil seperti Suzuki dan Subaru, diketahui tengah berjuang untuk memenuhi laju perubahan yang cepat di dalam suatu industri yang ditransformasikan oleh kebangkitan produk kendaraan listrik, ride hailing dan auotnomous driving.

Pihak Toyota mengatakan bahwa investasinya ini akan bernilai hingga 80 milliar Yen atau sekitar $650 juta, berdasarkan nilai pasar saham dari Subaru. Sementara itu pihak Subaru akan melakukan hal yang sama terhadap saham Toyota dengan nilai yang sama pula.

Takeshi Miyao selaku direktur pelaksana konsultasi dari Carnorama, mengatakan bahwa rencana tersebut nampak pada akhirnya akan membuat pihak Subaru menjadi anak perusahaan yang sepenuhnya dimiliki oleh Toyota, sebagai bagian dari upaya mereka untuk menciptakan “Mega Toyota”, dan hal ini merupakan langkah pertama dari produsen otomotif terbesar tersebut.

Subaru diketahui merupakan produsen otomotif yang memiliki kekuatan di produk SUV dan menguasai teknologi All-Wheel-Drive.

Pihak Toyota dan Subaru sebelumnya mengatakan di bulan Juni lalu, bahwa keduanya berencana untuk bersama-sama mengembangkan kendaraan sport-utility berbahan bakar listrik di suatu platform yang diproduksi bersama dan dengan tujuan untuk berbagi biaya.

Produsen otomotif di seluruh dunia saat ini telah bergabung untuk memangkas biaya pengembangan dan pembuatan teknologi baru. Ford Motor Co dan Volkswagen telah menyatakan bahwa mereka akan menghabiskan dana investasi hingga senilai milliaran Dollar untuk bergabung bersama guna melakukan pengembangan kendaraan listrik dan self-driving vehicle.

Pihak Toyota sepertinya lebih tertarik untuk berinvestasi di produsen mobil domestik berskala lebih kecil, dibandingkan harus membangun hubungan lintas batas seperti yang dilakukan oleh sejumlah pesaingnya.

Untuk itu mereka telah membangun kepemilikannya di Subaru sejak pertama kali mengakuisisi saham Subaru sebesar 9.5% di tahun 2005 silam, yang kemudian disebut dengan Heavy Industries. Saat ini dengan kepemilikan sebesar 17% saham Subaru, Toyota menjadi pemegang saham terbesar di Subaru.(WD)

Related posts