Header Ads

UBS Akan Memangkas Biaya Hingga $300 Juta

Institusi bank asal Swiss, UBS melaporkan bahwa mereka telah memangkas biaya untuk tahun ini hingga sebesar $300 juta, setelah anjloknya laju pendapatan dari bank investasi tersebut, serta tekanan yang datang terhadap kekayaan tetap mereka sepanjang periode kuartal pertama tahun ini.

Kondisi sektor perbankan investasi, terutama di luar Amerika Serikat, memang tengah mengalami kondisi yang paling sulit sejak bertahun-tahun lalu. Dalam penyampaiannya pada sebuah konferensi di London, kepala eksekutif UBS, Sergio Ermotti mengatakan bahwa pendapatan perbankan investasi mengalami penurunannya hingga sekitar sepertiganya jika dibandingkan saat periode kuartal pertama di tahun 2018 lalu.

Lebih lanjut Ermotti mengatakan bahwa pihaknya melihat bahwa ada beberapa peningkatan akhir-akhir ini namun belum merata dan hal tersebut dinilai belum cukup untuk mengimbangi tantangan yang datang sejak awal tahun ini.

Bank investasi saat ini mengharapkan mampu mencapai pengembalian yang disesuakan terhadap ekuitas yang dikaitkan dalam periode kuartal pertama, dibandingkan dengan target 15% selama periode 2019-2021 dan pencapaian sebesar 12.9% selama tahun lalu. Saat sesi perdagangan waktu Eropa, saham UBS turun hingga sebesar 2.1%, sementara nilai saham dari pesaingnya, Credit Suisse juga mencatat penurunan hingga 2.6%, seiring para trader mengutip nada suram dari komentar Ermotti sebelumnya.

Sebagai bank terbesar di Swiss, UBS kini telah memperlambat laju perekrutan dan juga pekerjaannya di sejumlah proyek IT, guna membantu kelompok tersebut menghemat hingga $300 juta di tahun ini, dengan sebagian besar penghematan masuk di sepanjang periode paruh kedua tahun ini.

Sementara itu unit bisnis wealth management, yang menjadi andalan dari UBS, nampaknya akan kembali kepada target aliran masuk, setelah sebelumnya mengalami arus kas keluar hingga $7.9 milliar selama tiga bulan terakhir di tahun lalu, akibat dari sentimen investor yang terus menimbulkan beban ke pendapatan mereka.

Penurunan hingga sekitar 9% di laju pendapatan unit wealth management di kuartal ini, disebabkan oleh pandangan suram yang berkelanjutan yang melanda para nasabah mereka di pasar Asia dan sebagian kecil nasabah di pasar AS. Dalam hal ini para klien mereka di pasar AS telah meningkatkan kepemilikan kas mereka hingga ke rekor tertingginya, dengan sekitar 24% dari saldo mereka dalam bentuk tunai.(WD)

Related posts