Header Ads

UBS, Invesco & JPMorgan Ada Di Peringkat Teratas Best Foreign Money Managers

Sejumlah institusi keuangan asing yang beroperasi di Cina menduduki peringkat teratas dalam daftar 25 best foreign money managers yang disusun oleh Z-Ben Advisors yang berkedudukan di Shanghai.

Daftar ini disusun berdasarkan tiga lini bisnis keuangan yaitu : Onshore, Outbound dan Inbound, yang datanya dikumpulkan pada bulan Desember 2018 lalu. Setidaknya hal ini memberikan cerminan dari pergerakan maju sejumlah perusahaan keuangan asing disaat Cina mulai membuka pintu lebih lebar untuk mengakses pasar keuangannya.

UBS, Invesco dan JPMorgan merupakan tiga perusahaan keuangan asing yang berhasil menduduki tiga peringkat teratas dari daftar tersebut. Daftar peringkat di tahun ini menemukan adanya kesenjangan antara enam foreign money managers dengan 19 perusahaan lainnya yang sedang mengalami pertumbuhan.

Perusahaan keuangan asal Swiss, UBS menjadi peringkat pertama dalam dua tahun terakhirnya. Perusahaan tersebut telah berinvestasi di Cina selama 20 tahun dan juga menjadi pelopor dalam membangun bisnis sekuritas domestik di Cina. Pada bulan November tahun lalu, UBS menjadi bank asing pertama yang menerima persetujuan dari pemerintah Beijing untuk mengambil saham mayoritas dalam usaha patungan mereka dengan China Guodian Capital, setelah selama beberapa dekade terakhir, pemerintah Cina membatasi pihak bank asing yang hanya dapat menguasai saham minoritas di perusahaan patungan dengan perusahaan asal Cina.

Sementara Invesco yang menduduki peringkat kedua, berhasil mengungguli UBS dalam kategori manajemen onshore money. Sedangkan JPMorgan Asset Management menempati urutan ketiga dalam daftar tersebut, dan mereka telah mengumumkan pada awal tahun ini bahwa mereka telah mendapatkan persetujuan mutual recognition untuk dua funds manager mereka. Hal ini berarti bahwa bank yang berbasis di AS ini mulai sekarang dapat mengakses investor yang ada di Cina Daratan, selain yang ada di wilayah Hong Kong.

Elisa Ng, head of funds business, Hong Kong and China dari JPMorgan mengatakan bahwa Cina merupakan salah satu peluang terbesar bagi klien mereka serta bagi pihak JPMOrgan secara global, sehingga hal ini menjadi komponen terpenting dari rencana pertumbuhan global dari JPMorgan. Untuk unit bisnis broker dan investasi, JPMorgan telah memperoleh persetujuan untuk mendirikan usaha patungan di bidang sekuritas yang mayoritas dimiliki oleh Cina.

Pada pekan lalu perusahaan keuangan asal Swiss, Credit Suisse telah mengeluarkan pengumuman bahwa pihaknya akan meningkatkan kepemilikan mereka yang menjalin usaha patungan dengan pemilik saham mayoritas, Founder Securities, dan saat ini tengah menunggu persetujuan dari pihak berwenang Cina. Sebelumnya para kritikus mengatakan bahwa akses bank asing ke pasar keuangan Cina masih berjalan terlalu lambat.(WD)

Related posts