Header Ads

UBS Melaporkan Penurunan Laba Bersih Q3

Lembaga pemberi pinjaman asal Swiss, UBS melihat adanya penurunan dalam laba bersih di kuartal ketiga hingga sebesar 16%, dari periode yang sama di tahun sebelumnya serta penurunan hingga 59% di unit perbankan investasi mereka di tengah kondisi yang semakin menantang.

Besaran laba bersih bank yang diatribusikan kepada para pemegang saham untuk kuartal ketiga, tercatat sebesar $1.049 milliar, yang mana angka ini lebih rendah dari laba kuartal ketiga di tahun lalu yang tercatat sebesar $1.253 milliar. Selain itu laju pendapatan operasional mencapai $7 milliar, dari $7.5 milliar di tahun sebelumnya, dan jumlah pengembalian ekuitas berwujud, sebesar 8.7% dari 11.1% di tahun lalu.

Sementara untuk rasio modal ekuitas umum tingkat pertama, dilaporkan sebesar 13.1% dari 13.5% di periode yang sama setahun lalu. Pihak UBS juga mengatakan bahwa mereka mengharapkan untuk mengambil biaya restrukturisasi sebesar $100 juta di kuartal keempat tahun ini.

Seperti perusahaan pemberi pinjaman lainnya, UBS tengah mencari cara untuk merestruturisasi seiring bank tersebut tengah menghadapi tantangan dari suku bunga rendah dan cenderung negatif.

Dalam sebuah pernyataannya pihak UBS mengatakan bahwa suku bunga negatif yang rendah dan persisten serta ekspektasi pelonggaran kebijakan moneter lebih lanjut, akan memberikan dampak buruk terhadap laju pendapatan bunga bersih dari tahun lalu.

Mereka juga menyampaikan bahwa di saat pihaknya melaksanakan strateginya, maka pada saat yang bersamaan UBS juga menyeimbangkan investasi untuk pertumbuhan sembari mengelola bisnisnya untuk efisiensi.

Kenaikan suku bunga baik untuk bank dikarenakan mereka dapat meminjamkan uang kepada para investor dengan tingkat bunga yang menguntungkan. Akan tetapi suku bunga yang lebih rendah akan membatasi kemampuan bank untuk menghasilkan laba sehingga menimbulkan tekanan yang lebih besar terhadap besaran margin.

Pada bulan Agustus lalu, UBS mengumumkan bahwa pihaknya akan memperkenalkan biaya tahunan sebesar 0.6% untuk penghematan tunai hingga lebih dari 500 ribu Euro atau sekitar $557,642 serta 0.75% terhadap penghematan hingga lebih dari 2 juta Swiss Franc atau sekitar $2.03 juta guna meneruskan biaya tarif negatif.

Pada kesempatan berbicara dengan CNBC, CEO UBS Sergio Ermotti mengatakan bahwa seluruh industri dihadapkan pada tantangan yang sama di tingkat negatif, sehingga mereka akan melewati semua masalah akibat tarif negatif, namun dirinya berpikir bahwa industri keuangan kemungkinan tidak akan bisa menghindari tekanan akibat tarif di kisaran negatif.

Saat ini UBS tengah menghadapi tantangan dalam industri perbankan investasi dan bisnis manajemen kekayaan global. Unit perbankan investasi pemberi pinjaman sedang mengalami penurunan hingga 59% di periode kuartal ketiga di tahun ini dalam hal laba operasi yang disesuaikan sebelum pajak. Investment banking adalah divisi khusus perbankan yang terkait dengan penciptaan modal untuk perusahaan lain, pemerintah dan entitas lain.

Sementara itu unit bisnis manajemen kekayaan global mengalami penurunan hingga 2% di laba operasional yang disesuaikan dari kuartal yang sama di tahun lalu.

Saat ditanya mengenai pergumulan bank dengan bunga bersih dan pendapatan fee, Ermotti mengatakan bahwa pihak kreditur mampu untuk memitigasi suku bunga yang lebih rendah dengan volume transaksi yang lebih tinggi. serta sekaligus berusaha untuk menjaga dinamika tersebut.(WD)

Related posts