Header Ads

UBS : Pasar Saham Cina Masih Solid Di Tengah Perlambatan Pertumbuhan

Meskipun laju pertumbuhan di Cina mengalami perlambatan di tengah perang dagang yang masih berlangsung dengan AS, namun raksasa di sektor wealth management asal Swiss, UBS tidak bergeming dari posisi “overweight” di pasar saham Cina.

Pada periode kuartal lalu pertumbuhan produk domestik bruto Cina tumbuh 6% di tingkat tahunan, yang merupakan laju terlemahnya dalam 27.5 tahun. Namun untuk tahun ini UBS memperkirakan bahwa pertumbuhan ekonomi Cina akan tumbuh 6.1%, sebelum mengalami perlambatan lebih besar di tahun-tahun mendatang menjadi 5.7% di 2020 dan 5.6% di 2021 mendatang.

Tan Min Lan selaku kepala manajer kekayaan serta kepala kantor investasi UBS di Asia Pasifik, mengatakan bahwa apa yang menarik saat ini adalah meskipun pertumbuhan melambat, namun restrukturisasi ekonomi yang tengah dijalankan pada dasarnya membuahkan hasil.

Beliau juga menjelaskan bahwa restrukturisasi ekonomi dalam beberapa tahun terakhir telah menyebabkan tingkat konsumsi telah memberikan kontribusi pertumbuhan Cina yang lebih besar saat ini, dibandingkan beberapa tahun sebelumnya.

Selain itu Cina telah berhasil menumbuhkan pangsa manufaktur mempunyai nilai tambah lebih tinggi di perekonomiannya serta sektor-sektor konsolidasi seperti bahan hulu dan properti. Sehingga perubahan tersebut telah menguntungkan sejumlah perusahaan dan membuat tingkat pendapatan perusahaan di Cina lebih baik dari yang diperkirakan.

Lebih lanjut Lan mengatakan bahwa jika melihat musim laporan pendapatan kuartal ketiga, laju pertumbuhan pendapatan keseluruhan lebih dekat dengan angka pertumbuhan 10% di tingkat tahunan, mencatat percepatan pertumbuhan dari kuartal kedua sebesar 5%, sehingga dirinya berpikir bahwa pasar saham Cina terus memiliki banyak peluang yang lebih menarik bagi para investor.

Dalam laporan prospek 2020 yang dirilis pada hari Rabu, UBS mengatakan bahwa pihaknya lebih menyukai saham perusahaan internet Cina dan bisnis yang termasuk dalam jaringan pasokan smartphone 5G. UBS juga menyampaikan bahwa harga saham internet Cina bervariasi di tahun ini, seiring beban yang ditimbulkan dari investasi besar di bidang pertumbuhan baru seperti video, cloud, pembayaran dan ekspansi ke kota-kota berskala rendah.

Namun demikian beberapa dari investasi tersebut dapat mulai memberikan keuntungan dan margin yang lebih baik di tahun mendatang. Sehingga dengan adanya dorongan dari peningkatan profitabilitas dan margin di segmen pertumbuhan, UBS berharap pertumbuhan pendapatan akan mengalami peningkatan untuk sektor internet Cina di tahun 2020 setelah mengalami kondisi yang penuh dengan tantangan pada dua tahun terakhir.(WD)

Related posts