Header Ads

UBS Tetap Mempertahankan Besaran Dividen Bagi Para Pemegang Sahamnya

Lembaga perbankan asal Swiss, UBS Group dilaporkan telah mempertahankan besaran dividen yang telah diumumkan sebelumnya untuk tahun 2019 lalu, meskipun ada panduan dari badan pengawas pasar FINMA untuk mempertimbangkan kembali pembayaran kepada parapemegang sahamnya karena adanya ancaman terhadap ekonomi global dari pandemi virus COVID-19.

Bank tersebut merencanakan dividen biasa sebesar $ 0.73 dalam bentuk tunai per saham. Mereka juga menyampaikan bahwa hak untuk memilih pada RUPS yang akan dilangsungkan pada 29 April mendatang, hanya dapat dilakukan melalui proksi independen, karena para pemegang saham tidak dapat berpartisipasi secara fisik dalam pertemuan tersebut.

Pada pekan lalu Kepala Eksekutif dari FINMA, Mark Branson mengatakan bahwa bank tersebut harus menggunakan metode pengekangan dengan pembayaran, mengingat bahwa mereka kemungkinan membutuhkan lebih banyak uang tunai nantinya, yang mana ini tergantung kepada intensitas tekanan terhadap ekonomi dari penyebaran virus corona.

Hal ini disampaikan oleh Branson sebagai banding dan bukan larangan, saat pemerintah Swiss mengumumkan program pinjaman sebesar 20 milliar Swiss Franc atau sekitar $20.91 milliar, bagi sektor bisnis yang terkena dampak virus corona.

Branson juga menyampaikan bahwa pihaknya telah meminta dewan UBS untuk memutuskan siapa yang lebih membutuhkan uang, apakah klien mereka di Swiss atau investor internasional dan institusional.

Sebelumnya pada awal bulan ini, Chief Financial Officer dari UBS Kirt Gardner mengatakan bahwa UBS sebagai bank terbesar di Swiss telah merasa nyaman dengan likuiditas mereka saat ini, meskipun pasar mengalami penurunan di tengah pandemi virus yang semakin meluas.(WD)

Related posts