Header Ads

Vivendi Setuju Menjual 20% Saham UMG Kepada Konsorsium Tencent

Sebuah konsorsium dibawah pimpinan raksasa teknologi internet asal Cina, Tencent telah menyatakan persetujuannya untuk membeli 20% saham dari Universal Music Group (UMG) milik dari Vivendi dalam sebuah kesepakatan yang memberikan harga kepada label musik terbesar dunia tersebut senilai 30 milliar Euro atau sekitar $34 milliar, dengan tujuan untuk meningkatkan pengaruh Tencent di pasar global.

Vivendi yang saat ini tercatat sebagai konglomerat media asal Perancis, mengatakan bahwa pihaknya telah menyelesaikan perjanjian untuk menjual sekitar 10% saham UMG dari Vivendi kepada konsosium Tencent.

Vivendi menambahkan bahwa pihaknya telah memulai pembicaraan mengenai kemungkinan penjualan “bagian minoritas tambahan untuk harga yang setidaknya akan sama,” tanpa menentukan pembeli potensial. Konsorsium tersebut juga memiliki opsi untuk membli dengan dasar harga yang sama hingga 10% lebih banyak dari modal saham UMG pada 15 Januari 2021.

Kesepakatan awal ini juga akan segera diikuti oleh kesepakatan yang kedua, yang mana memungkinkan Tencent Music Entertainment untuk membeli saham minoritas di anak perusahaan UMG yang menampung operasi mereka di pasar Cina yang lebih besar.

Perjanjian tersebut akan memungkinkan kedua perusahaan untuk berkembang di pasar musik global yang pulih, dengan Tencent mendapatkan lebih banyak akses ke artis AS sementara UMG dapat memanfaatkan pasar Asia, yang menampilkan bintang-bintang pop “K-Pop” laris Korea.

Terkait akan hal ini pihak Tencent tidak segera menanggapi permintaan komentar, sementara pihak Vivendi tidak mengungkapkan rincian konsorsium tersebut, sembari mengatakan bahwa calon pembeli tersebut merupakan investor keuangan global.

Perusahaan yang dikendalikan oleh miliarder asal Perancis, Vincent Bollore, telah berupaya untuk mendapatkan uang dari kebangkitan industri musik yang didorong oleh pertumbuhan layanan serta streaming musik berbasis iklan.

Kesepakatan diantara keduanya telah lama ditunggu, yang juga akan meningkatkan moral diantara para pembuat kesepakatan Cina yang telah memiliki salah satu tahun terburuk dalam catatan merger dan akuisisi di luar Cina. Hal ini ditunjukkan oleh aktifitas tersebut yang mengalami kemerosotan ke level terendahnya dalam 10 tahun terakhir di tengah ketegangan perdagangan antara AS dengan Cina.(WD)

Related posts