Volume Perdagangan Korea Selatan Diperkirakan Mencapai Lebih Dari $1 Triliun

Volume perdagangan Korea Selatan diperkirakan mencapai level tertingginya di tahun ini, setelah sebelumnya mampu melampaui ambang batas $1 triliun di laju tercepatnya pada Jumat kemarin, seiring kondisi penjualan produk memory chip dan produk petrokimia yang memberikan rasa optimis.

Departemen Perdagangan, Industri dan Energi, dan Bea Cukai Korea Selatan melaporkan total jumlah perdagangan yang terkumpul mencapai $1 triliun, yang mana ini merupaan laju tercepatnya sejak pemerintah mulai mengumpulkan data terkait pada tahun 1956, sekaligus tercatat sebagai tahun kedua berturut-turut untuk volume perdagangan di angka tersebut.

Kementerian Perdagangan memproyeksikan bahwa volume perdagangan tahunan untuk tahun ini akan mematahkan rekor sebelumnya sebesar $1.1 triliun, meskipun kondisi saat ini yang penuh tantangan seperti trade war yang meningkat antara dua mitra dagang utama Korea Selatan, Amerika dan Cina serta meningkatnya volatilitas di pasar keuangan global.

Tantangan tersebut sedikit diimbangi oleh pemulihan di sektor manufaktur global, harga minyak dunia yang lebih tinggi, diversifikasi barang-barang ekspor yang terfokus kepada barang bernilai tinggi serta peningkatan pengiriman di pasar negera berkembang. Sebanyak 13 barang ekspor Korea Selatan, seperti memory chip, general machine, petrokimia, produk kimia, otomotif dan baja berhasil menyumbang 77.7% dari total ekspor selama periode Januari hingga Oktober tahun ini, namun jika dibandingkan dengan periode yang sama di tahun sebelumnya justru mengalami penurunan sedikit dari pertumbuhan sebesar 78.2%.

Ekspor barang-barang industri baru seperti kendaraan listrik, bahan berteknologi tinggi, bio-kesehatan, dan semikonduktor melonjak 12%, sedangkan pengiriman produk kosmetik dan barang-barang medis juga melonjak sebesar 32.6% dan 23.4% selama periode yang sama.(WD)

Related posts