VW : Akan Ada Hambatan Dalam Produksi Akibat Penyesuaian UU Uji Emisi Baru

Produsen mobil asal Jerman, Volkswagen berhasil membukukan kenaikan laba operasional selama kuartal kedua sebesar 23%, meskipun penyesuaian aturan anti polusi sedikit membayangi prospek penjualan untuk jenis mobil penumpang. Kenaikan laju penjualan kendaraan, diluar produk khusus, mencapai hingga 5.5% selama periode kuartal kedua, sehingga mampu mengangkat laba operasional menjadi 5.58 milliar Euro, dari sebelumnya sebesar 4.55 milliar Euro di tahun lalu. Angka ini bahkan mampu mematahkan perkiraan para analis dalam jajak pendapat Reuters di angka 4.98 milliar Euro. Akan tetapi laju pendapatan sempat mengalami pukulan akibat denda 1 milliar Euro terkait kasus kecurangan di produk mesin diesel mereka serta ditambah 600 juta Euro untuk biaya proses hukum.

Salah seorang analis dari NordlB, yang memilih peringkat “beli” untuk saham Volkswagen, Frank Schwope menilai bahwa laba pendapatan yang berhasil didapat oleh VW menunjukkan solidnya kinerja penjualan, meskipun dinodai oleh biaya yang dikeluarkan untuk kasus hukum yang menjerat mereka. Meskipun mereka telah mengeluarkan konfirmasi untuk prospek margin operasional setahun penuh di angka 6.5% dan 7.5%, namun Volkswagen menegaskan bahwa target keuangan menjadi tantangan utama bagi mereka.

Pada bulan lalu Volkswagen memperingatkan bahwa akan ada sedikit hambatan bagi produksi otomotif baru hingga sekitar 250 ribu unit, seiring keharusan mereka menyesuaikan produk tersebut dengan UU uji anti polusi yang baru, yang menjadi bagian dari Worldwide Harmonized Light Duty Vehicles Test Procedure (WLTP). Hal yang senada disampaikan oleh chief executive Herbert Diess, bahwa pihaknya akan menghadapi tantangan besar di kuartal mendatang, terutama mengenai transisi ke prosedur WLTP tersebut. Standar emisi yang baru ini juga membuat produsen otomotif Daimler memangkas perkiraan mereka, di tengah perlambatan pertumbuhan penjualan akibat dampak dari Trade Wars. (WD)

Related posts