Wall Street Berhasil Membalikkan Keadaan Dengan Mencatat Kenaikan

Bursa saham Wall Street menutup perdagangan Kamis dengan hasil yang solid, setelah sempat mengalami penurunan di sesi awal perdagangannya, menyusul pernyataan WHO yang mendeklarasikan wabah virus Corona sebagai darurat global, namun tetap mendukung upaya Cina untuk mengatasi wabah tersebut sehingga mampu meredam kekhawatiran terhadap pandemi global.

Indeks S&P 500 mencatat kenaikan 0.31%, sementara indeks Dow Jones Industrial Average ditutup 0.43% lebih tinggi, sedangkan indeks Nasdaq Composite meraih gain sebesar 0.26% pada sesi penutupan perdagangan Wall Street semalam.

Kepercayaan lembaga WHO terhadap kemampuan Cina untuk menahan wabah, mampu meredam kekhawatiran terhadap penyebaran penyakit menular tersebut, yang hingga saat ini meningkat menjadi 8200 kasus terinfeksi serta menewaskan sekitar 170 orang di Cina.

Kenaikan indeks utama Wall Street tidak terlepas dari kinerja saham-saham operator kasino, seperti Wynn Resorts, Las Vegas Sands dan MLCO yang menutup perdagangan dengan kenaikan lebih dari 2%.

Lembaga Fitch Ratings mengatakan bahwa operator kasino di Macau diharapkan mampu melihat dampak terhadap arus kas yang signifikan sebagai akibat penyebaran virus Corona, yang mana profil kredit mereka yang kuat kemungkinan akan mampu melindungi dari penurunan peringkat yang lebih besar.

Selain itu sejumlah laporan pendapatan yang solid turut menjadi faktor pendukung kenaikan Wall Street, seperti saham Coca Cola yang naik 3% setelah produsen minuman berkarbonat tersebut melaporkan pendapatan kuartalan yang melampaui estimasi seiring peluncuran produk baru yang mendukung pertumbuhannya.

Saham produsen mobil listrik Tesla juga melonjak sekitar 10%, setelah laporan pendapatannya dirilis dengan hasil yang lebih tinggi dari perkiraan.

Di sektor teknologi, saham Microsoft naik sebesar 2.7% akibat laju pertumbuhan yang kuat dalam bisnis cloud system mereka sehingga mampu mendorong penjualan ke rekornya diatas perkiraan pasar.

Akan tetapi sejumlah analis menilai bahwa melemahnya sejumlah raksasa media sosial menjadi kesempatan terbaik untuk melakukan pembelian.

Facebook memangkas sejumlah kerugian namun masih mencatat penurunan 6% saat penutupan perdagangannya, akibat dari laju pendapatan mereka yang dibayangi oleh kekhawatiran terhadap perlambatan pendapatan dan pertumbuhan pengguna jejaring media sosial tersebut.(WD)

Related posts