Header Ads

Wall Street Berhasil Rebound Seiring Data Retail Sales Yang Optimis

Data penjualan ritel AS yang optimis mampu mengimbangi kekhawatiran terhadap potensi resesi di tengah ketegangan perdagangan AS dan Cina, sekaligus juga membantu indeks utama Dow Jones dan S&P 500 kembali menguat setelah mencatat penurunan tajam di sesi perdagangan sebelumnya.

Bursa Wall Street secara keseluruhan berfluktuasi dari zona negatifnya ke zona positif, seiring para investor yang menyerap sentimen pasar antara kuatnya belanja konsumen dan yield treasury yang masih berada di level rendahnya. Namun demikian indeks Nasdaq justru ditutup lebih rendah akibat tekanan dari anjloknya saham Cisco System Inc.

Darrell Cronk, selaku chief investment officer for Wells Fargo Wealth and Investment Management di New York, mengatakan bahwa saat ini pasar berada dalam kondisi dimana para investor tengah mencerna pergerakan suku bunga dan turunnya kurva imbal hasil di sesi perdagangan sebelumnya, dan untuk perdagangan hari Kamis kemarin laju volume perdagangan tidak terlalu besar dan investor tidak akan mendapatkan pergerakan outsized di pasar dengan satu atau lain cara.

Kekhawatiran terhadap potensi resesi di AS akibat jatuhnya imbal hasil treasury, semakin mereda saat data penjualan ritel dirilis dengan hasil yang melampaui ekspektasi para analis. Belanja konsumen diketahui menyumbang sekitar 70% dari ekonomi AS, dan data tersebut menunjukkan bahwa selama bulan Juli para konsumen telah meningkatkan pengeluaran mereka.

Sementara data ekonomi lainnya dirilis dengan hasil yang kurang optimis, seperti output manufaktur yang mengalami penyusutan lebih besar dari yang diharapkan di bulan Juli, serta klaim tunjangan pengangguran yang dirilis diatas perkiraan para ekonom.

Akan tetapi meskipun Trump telah menunda pemberlakukan tarif tambahan di awal September mendatang, namun retorika yang beredar saat ini semakin memberikan tekanan terhadap proses negosiasi dagang kedua negara, seiring Cina yang bersunpah akan melawan putaran terakhir dari tarif impor bagi produk Cina dan meminta pihak Washington untuk setidaknya berkompromi terhadap setengah dari klausul kesepakatan dari Beijing, namun Presiden Donald Trump justru mengatakan dalam sebuah wawancara bahwa setiap kesepakatan harus dibuat dengan syarat yang mengikat dari pihak AS.

Eskalasi perang perdagangan yang berkepanjangan antara dua ekonomi terbesar di dunia dan kejatuhan ekonomi telah mengganggu pasar global selama berbulan-bulan dan mulai menyeret pendapatan sejumlah perusahaan. Seperti yang dialami oleh Cisco System yang nilai sahamnya jatuh hingga 8.6% pasca melaporkan penurunan penjualan ke pasar Cina hingga sebesar 25% dan menetapkan perkiraan penjualan dan pendapatan jauh dibawah perkiraan analis.

Pada sesi perdagangan semalam indeks Dow Jones Industrial Average naik 0.39%, sementara indeks S&P 500 menguat 0.25%, sedangkan indeks Nasdaq Composite justru melemah 0.09%. Dari 11 sektor utama S&P 500, enam diantaranya menutup sesi perdagangannya di wilayah positif, dengan saham-saham di sektor konsumen menikmati persentase kenaikan terbesar.(WD)

Related posts