Header Ads

Wall Street Dihiasi Oleh Aksi Jual Di Sektor Energi

Gelombang aksi jual yang melanda lantai bursa Wall Street di sesi akhir perdagangan semalam telah membenamkan indeks utama AS, seiring sektor energi yang mendapat hantaman menyusul harga minyak yang turun tajam akibat meningkatnya kekhawatiran melimpahnya pasokan minyak.

Saham-saham di sektor energi yang sempat memimpin di awal-awal perdagangan, kembali berada di bawah tekanan akibat dari turunnya harga minyak hingga 9% di tengah kekhawatiran yang semakin tinggi terhadap pengurangan produksi terkoordinasi dari produsen minyak global untuk menghentikan kelebihan pasokan minyak.

Pada sesi perdagangan hari Selasa waktu AS semalam, indeks Dow Jones turun 0.12% setelah naik ke level tertinggi intraday, sementara indeks S&P 500 turun 0.16% dan indeks Nasdaq Composite berakhir 0.33% lebih rendah.

Namun keuntungan di pasar sedikit tertahan oleh penurunan saham Boeing yang turun sebesar 4.8%, menyusul adanya laporan bahwa regulator pemerintah telah menunda uji penerbangan 737 MAX hingga Mei mendatang.

Sebelumnya kondisi sentimen di bursa Wall Street mendapat dukungan dari harapan bahwa Kongres AS tengah menyiapkan paket stimulus besar lainnya untuk mengekang kejatuhan ekonomi akibat krisis Covid-19.

Sementara itu sektor keuangan dan sebagian besar saham bank menutup sesi perdagangan di kisaran lebih tinggi setelah mendapat dukungan dari lonjakan imbal hasil Treasury AS.

Saham JPMorgan Chase ditutup sekitar 2% lebih tinggi, sementara saham Goldman Sachs menguat hingga sebesar 5% dan saham Bank of America mampu menutup perdagangannya dengan kenaikan sebesar 4% di perdagangan semalam waktu AS.

Pergerakan di bursa Wall Street banyak mendapat pertimbangan dari sejumlah tanda-tanda upaya mengekang penyebaran virus corona, termasuk langkah social distancing, sehingga mampu membantu meredam ketakutan terhadap potensi gelombang infeksi covid-19 di seluruh dunia.(WD)

Related posts