Wall Street Melemah Akibat Imbas Trade Wars

Bursa saham Wall Street ditutup melemah di sesi perdagangan hari Rabu kemarin, seiring meningkatnya eskalasi trade wars antara AS dan Cina setelah pemerintahan Trump mengumumkan tarif impor untuk barang-barang produk Cina. Dow Jones Industrial Average turun 219,21 poin menjadi 24.700,45 dengan Caterpillar, DowDuPont dan Chevron tercatat sebagai tiga saham dengan penurunan terbesar. Indeks S & P 500 turun 0,7% menjadi 2,774.02 seiring merosotnya saham-saham di sektor energi akibat dari penurunan harga minyak mentah yang anjlok hingga 5%. Sementara indeks Nasdaq Composite turun 0,6% dan di harga 7,716.61. Pada Selasa lalu pemerintahan Trump mengeluarkan daftar produk Cina yang dikenakan bea masuk sebesar 10% hingga senilai $200 milliar. Pengumuman tersebut hanya berselang sehari setelah kedua negara sama-sama memberlakukan tarif impor senilai $34 milliar. Jeffrey Kleintop, kepala strategi investasi global di Charles Schwab, mengatakan bahwa pasar bereaksi tajam terhadap pengumuman tersebut, yang menunjukkan bahwa pasar sangat sensitif terhadap setiap berita mengenai kebijakan tarif impor yang diberlakukan oleh kedua negara. Namun Dubravko Lakos-Bujas, kepala strategi ekuitas AS di J.P. Morgan, menganggap bahwa laju pertumbuhan pendapatan perusahaan yang kuat, akan mampu mengimbangi sentimen negatif yang timbul akibat kekhawatiran pasar terhadap kebijakan perdagangan tersebut. Pendapatan perusahaan diperkirakan akan meningkat 20% pada kuartal kedua, menurut FactSet.

On Articles

Related posts