Wall Street Melemah Pasca Komentar Dari Fed’s Williams

Melemahnya saham-saham perbankan dan industri, menjadi faktor utama bagi merebaknya ekspektasi gangguan terhadap pertumbuhan ekonomi dan kekhawatiran investor terhadap perdagangan global, sehingga hal ini menyebabkan bursa saham Wall Street mengalami penurunan lebih dari 3% di sesi perdagangan Selasa kemarin.

Penilaian investor terhadap ketidakpastian pertumbuhan global, berawal dari komentar pejabat The Fed mengenai lonjakan kenaikan suku bunga serta ditambah kemunduran yang dicapai dalam mencari kesepakatan bagi Inggris dan Uni Eropa terkait Brexit. Indeks S&P500 membukukan persentase penurunan harian terbesarnya dalam sekitar dua bulan terakhir, yang mana hasil ini memangkas keuntungan persentase kenaikan mingguan terbesarnya dalam hampir tujuh tahun terakhir di sesi perdagangan awal pekan ini.

Saat ini fokus para investor tertuju kepada hasil Treasury AS 10-year, yang imbal hasilnya jatuh ke tiktik terendah sejak pertengahan September lalu. Chuck Carlson, chief executive officer di Horizon Investment Services di Hammond, Indiana menilai bahwa saat ini pasar dilanda ketakutan terhadap inverted yield curve dan bagaimana dampaknya terhadap perekonomian.

Indeks Dow Jones Industrial Average turun 3.1% atau sekitar 799.36 poin, indeks S&P500 kehilangan 90.31 poin atau sekitar 3.24%, sedangkan indeks Nasdaq Composite melemah 283.09 poin atau sekitar 3.8% di sesi perdagangan hari Selasa waktu AS. The New York Stock Exchange dan Nasdaq akan ditutup pada hari Rabu, untuk hari berkabung bagi mantan Presiden George H.W. Bush, yang meninggal pada hari Jumat lalu.

Bursa saham rally di perdagangan awal pekan ini pasca terjadinya “gencatan senjata” antara Presiden AS Donald Trump dengan Presiden Cina Xi Jinping yang melakukan pertemuan di sela-sela perhelatan KTT G20 di Argentina akhir pekan lalu.

Presiden Fed’s New York, John Williams mengatakan bahwa bank sentral AS akan berharap untuk terus melanjutkan kenaikan suku bunga mereka dalam beberapa tahun ke depan, meskipun pasar keuangan tengah menyoroti adanya risiko dibalik itu. Hal ini dikemukakan oleh Williams untuk meredam sentimen pasca komentar Ketua The Fed Jerome Powell yang ditafsirkan sebagai petunjuk mengenai siklus kenaikan suku bunga yang sedikit melambat.(WD)

Related posts