Header Ads

Wall Street Memangkas Kerugian Dibantu Kenaikan Harga Minyak

Saham-saham sektor energi berhasil menguat didukung kenaikan harga minyak mentah, di tengah harapan bahwa kesepakatan perdagangan fase pertama antara AS-Cina akan dapat tercapai.

Indeks utama di bursa Wall Street mencatat kenaikan moderat saat memasuki sesi pertengahan perdagangan waktu AS semalam. Dow Jones industrial Average naik 0.53%, indeks S&P500 menguat 0.63%, dan indeks Nasdaq Composite dan Nasdaq 100 masing-masing mencatat kenaikan 0.54% dan 0.51%.

Setidaknya kenaikan ini mampu memangkas kerugian yang diderita Wall Street dalam tiga sesi perdagangan sebelumnya.

Sebagai sektor pasar yang terkuat, saham-saham energi terbantu oleh kenaikan harga minyak mentah yang memanfaatkan laporan OPEC dan sekutunya yang dinilai dapat menyetujui pengurangan produksi minyak mereka guna mendorong harga minyak global.

Selain itu laporan mingguan dari Energy Information Administration menunjukkan penurunan jumlah persediaan minyak mentah yang lebih tajam dari yang diperkirakan sebelumnya. Minyak mentah berjangka jenis West Texas Intermediate mencatat kenaikan 4.2% di sesi perdagangan semalam, sehingga mampu mengangkat saham Devon Energy, Schlumberger dan ConocoPhillips untuk memimpin pergerakan saham-saham sektor energi.

Sementara itu pada saat bersamaan, tingginya harga minyak telah mendorong saham perusahaan maskapai bergerak ke kisaran yang lebih rendah, karena biaya bahan bakar menjadi salah satu pengeluaran terbesar dari sektor angkutan.

Saham-saham dari sektor keuangan, industri dan perawatan kesehatan turut menjadi faktor pendukung pasar, seperti Goldman Sachs yang mampu menjadi pendorong indeks Dow Jones bersama dengan saham 3M dan raksasa asuransi kesehatan, UnitedHealth Group.

Sedangkan saham Boeing justru turun sekitar 0.9%, setelah United Airlines Holdings memilih untuk membeli 50 unit jet Airbus 321 untuk menggantikan armada Boeing 757 mereka.

Tensi politik di AS yang memanas terkait proses impeachment DPR terhadap Presiden Donald Trump sepertinya belum berperan banyak dalam pergerakan pasar hingga sejauh ini.

Laporan ketenagakerjaan sektor swasta bulanan dari ADP, menunjukkan adanya perlambatan pertumbuhan penciptaan lapangan kerja AS, dan Jumat besok data ketenagakerjaan resmi akan dirilis, yang mana akan memberikan petunjuk bagi pasar dalam melihat langkah kebijakan Federal Reserve yang masih mengacu pada pasar tenaga kerja.(WD)

Related posts