Header Ads

Wall Street Mencatat Kenaikan Didukung Penundaan Tarif Impor Otomotif

Bursa Wall Street mencatat penguatan menyusul kenaikan saham otomotif menyusul adanya laporan yang mengatakan bahwa Presiden Donald Trump akan menunda keputusan untuk mengenakan tarif impor produk otomotif dan suku cadang serta adanya sejumlah tanda keringanan kebijakan dalam negosiasi perdagangan dengan Cina.

Kenaikan ini terjadi setelah di awal sesi perdagangannya bursa Wall Street mencatat penurunan, namun pergerakan tiga indeks utama AS berbalik menguat setelah Gedung Putih mengkonfirmasi akan menunda bea produk otomotif impor dari Uni Eropa dan Jepang. Indeks Dow Jones mencatat kenaikan 0.45%, indeks S&P 500 meraih keuntungan hingga 0.58%, sedangkan indeks Nasdaq Composite berhasil menguat sebesar 1.13% di sesi perdagangan waktu AS.

Sejumlah saham produsen otomotif seperti Ford Motor, General Motors dan Fiat Chrysler mencatat kenaikan sekitar 1%, namun saham department store berskala besar, Macy justru menghapus beberapa diskresi konsumen dan ditutup turun 0.5% setelah sempat naik hingga 4% karena para pengecer tetap merasa waspada terhadap dampak dari meningkatnya perang dagang antara AS dan Cina.

Selain itu saham sektor energi juga memberikan dukungan bagi kenaikan Wall Street, seiring kekhawatiran bahwa meningkatnya ketegangan di Timur Tengah dapat melukai pasokan global dan sekaligus mampu mengimbangi peningkatan stok minyak mentah AS yang tidak terduga.

Sementara itu negatifnya data industri dari AS dan Cina, sedikit banyak semakin meningkatkan kekhawatiran dari kedua negara bahwa perselisihan perdagangan yang berkepanjangan diantara keduanya dapat merugikan dua negara ekonomi terbesar dunia tersebut, sehingga hal ini dinilai dapat memicu penilaian dari kedua negara untuk segera mempercepat terjadinya kesepakatan dagang.

Data produksi industri AS dilaporkan turun 0.5% di bulan April, akibat tergerus oleh penurunan besar di output pabrik menyusul laju produksi otomotif dan suku cadang yang terus menurun. Selama setahun terakhir ini, sektor manufaktur AS, terutama di sektor otomotif, terus berupaya untuk kembali ke level stabil, yang mana hal ini mencerminkan lemahnya laju penjualan produk mobil serta sebagai gambaran perlambatan ekonomi global.(WD)

Related posts