Header Ads

Wall Street Mencatat Penurunan Dalam Tiga Hari Beruntun

Pergerakan saham-saham di lantai bursa Wall Street kembali mencatat penurunan dalam tiga hari berturut-turut, setelah Presiden Donald Trump menyatakan bahwa kemungkinan tidak akan ada pencapaian kesepakatan perdagangan dengan Cina di tahun ini, bahkan mungkin tidak ada hingga setelah pemilihan tahun depan.

Indeks S&P 500 jatuh sejak pembukaan perdagangan waktu AS, sementara indeks Dow Jones Industrial Average mencatat penurunan hingga lebih dari 450 poin, sebelum pada akhirnya mendapatkan sedikit dukungan pembelian secara moderat menjelang penutupan perdagangannya semalam.

Sejumlah analis menilai bahwa banyaknya aksi penjualan di awal perdagangan terjadi begitu cepat yang nampaknya didominasi oleh perdagangan secara elektronik. Namun menjelang penutupannya, banyak investor yang secara perlahan mencoba melakukan aksi buy on dip secara konvensional dan setidaknya berupaya memulihkan pasar dari sebagian kerugiannya.

Penurunan ini mencatat kerugian terbesar bagi indeks Dow Jones sejak 8 Oktober lalu. Sejumlah saham teknologi, terutama sektor semikonduktor dan perangkat keras, mengalami kerugian yang signifikan akibat kemungkinan adanya lebih banyak kebijakan tarif yang dikenakan terhadap barang-barang impor dari Cina, yang mana pasar Cina juga berperan penting bagi perusahaan-perusahaan AS di sektor tersebut.

Saham Cadence Design Systems, Intel Corp dan Micron Technology merupakan beberapa diantara saham yang mengalami kerugian di indeks Nasdaq 100.

Sementara itu sembilan dari sebelas sektor yang ada di indeks S&P 500, bergerak di kisaran yang lebih rendah, dan saham-saham di sektor energi, keuangan dan industri adalah saham-saham yang paling banyak menderita kerugian. Sedangkan saham-saham di sektor utilitas dan real estate justru menjadi sektor yang diburu para investor guna mencari saham yang bersifat lebih aman.

Lonjakan-lonjakan harga sebelumnya terjadi di pasar, saat presiden dan pejabat lainnya yang terkait dengan pembicaraan perdagangan dengan Cina mengatakan bahwa kesepakatan berada di jalurnya. Akan tetapi nampaknya para investor di bursa Wall Street kemungkinan akan bersikap lebih skeptis mengenai jaminan perkembangan mengenai perdagangan dengan Cina di waktu yang akan datang.

Dengan demikian nampaknya komoditas Emas dan obligasi bisa menjadi pilihan bagi para investor untuk mengalihkan dana mereka ke aset yang lebih aman.(WD)

Related posts