Header Ads

Wall Street Menguat Tipis Di Tengah Penantian Investor Terhadap FOMC

Pergerakan bursa utama Wall Street berada di level yang sedikit lebih tinggi, seiring dukungan dari saham Facebook, Amazon dan Apple yang mampu mencatat kenaikan, di tengah para investor yang sedang menunggu pertemuan kebijakan Federal Reserve yang diperkirakan akan meletakkan dasar untuk kebijakan penurunan suku bunga di akhir tahun ini.

Diperkirakan The Fed akan tetap membiarkan suku bunga tidak berubah di pertemuan kebijakan pekan ini, namun pernyataannya disinyalir akan memberikan petunjuk mengenai kebijakan yang menyesuaikan dampak dari Trade War AS-Cina serta seruan dari Presiden Donald Trump yang menginginkan adanya penurunan suku bunga serta dengan melihat dari hasil data ekonomi yang lemah akhir-akhir ini.

Hasil data ekonomi yang lemah diperkuat juga oleh pernyataan Federal Reserva of New York yang mengatakan bahwa ukuran pertumbuhan bisnis Empire State di negara bagian New York, mencatat rekor penurunan hingga ke level terlemahnya dalam lebih dari dua setengah tahun pada bulan ini.

Jack Ablin, kepala investasi di Cresset Wealth Advisors di Chicago, menilai bahwa angka indeks aktifitas manufaktur di kawasan New York menunjukkan hasil yang buruk, dan pihaknya menilai bahwa dengan hasil tersebut maka The Fed kemungkinan akan merespon dengan suku bunga yang lebih rendah.

Meskipun demikian pergerakan tiga indeks utama Wall Street, ditutup di kisaran yang sedikit lebih tinggi, dengan indeks Dow Jones ditutup 0.09% lebih tinggi, sementara indeks S&P 500 juga ditutup lebih tinggi di angka yang sama, sedangkan indeks Nasdaq mencatat kenaikan 0.62% di sesi penutupan perdagangan semalam. Philadephia Semiconductor Index justru mencatat penurunan 0.64%, akibat turunnya Advanced Micro Devices yang turun 2.8% dan Lam Research jatuh 2.43%.

Dalam beberapa pekan terakhir, saham blue chip AS telah menderita akibat ketidakpastian terkait sengketa perdagangan serta akibat dari langkah pihak Washington yang memasukkan perusahaan teknologi Cina Huawei ke dalam dafta hitam mereka. Selain itu investor juga tengah menantikan KTT G20 di akhir bulan ini untuk melihat sejauh mana tanggapan negara anggota G20 dalam mencari solusi guna meminimalisir bahkan menyelesaikan perselisihan perdagangan antara dua negara ekonomi terbesar dunia.(WD)

Related posts