Header Ads

Wall Street Turun Di Perdagangan Akhir Pekan Lalu

Bursa saham Wall Street mengalami kejatuhan di sesi perdagangan akhir pekan kemarin setelah libur Thanksgiving, yang disebabkan oleh kekhawatiran baru mengenai kesepakatan perdagangan AS-Cina fase pertama.

Indeks utama Dow Jones Industrial Average dan indeks S&P500 masing-masing membukukan penurunan sebesar 0.4%, sementara indeks Nasdaq 100 turun sekitar 0.5% pada sesi penutupan perdagangan Jumat.

Saat ini kekhawatiran Cina adalah mengenai Presiden Donald Trump yang telah menandatangani UU HAM dan demokrasi di Hong Kong, sehingga pihak Beijing merasa tidak senang terhadap hal tersebut sembari mengancam akan melakukan balasan atas langkah yang dilakukan oleh Washington.

Bursa global bereaksi sedikit negatif terhadap berita tersebut, namun bursa AS secara keseluruhan dilanda oleh rendahnya permintaan pembelian saham dari para investor yang masih dilanda suasana libur Thanksgiving Day sejak Kamis sebelumnya.

Selama bulan November lalu, pergerakan indeks utama di bursa saham Wall Street membukukan kenaikan yang signifikan, seperti indeks S&P500 yang mencatat kisaran lebih tinggi 3.4%, indeks Dow Jones menutup perdagangan bulanan dengan kenaikan 3.72% dan indeks Nasdaq menguat hingga 4.5% sepanjang bulan lalu.

Tingkat belanja di musim liburan, Black Friday mencatat hasil yang berjalan baik.

Diluar itu semua, pergerakan saham di sektor finansial sepertinya tidak terlalu terpengaruh oleh aksi penjualan, namun saham-saham di sektor energi justru melemah setelah harga minyak mentah bergerak ke kisaran yang lebih rendah.

Penurunan ini diakibatkan oleh adanya kekhawatiran bahwa pertemuan OPEC di pekan ini tidak akan mampu menghasilkan tindakan yang berarti untuk mengurangi output produksi minyak diantara negara anggota OPEC.

Saat memasuki perdagangan waktu Asia, indeks Dow Jones, bergerak lebih tinggi sembari para investor menunggu data manufaktur Cina.

Related posts