Flying Ads
Flying Ads

World Bank Menunjuk Commonwealth Bank Untuk Mengatur Penggunaan Blockchain

Commonwealth Bank of Australia telah berhasil memenangkan mandat dari Bank Dunia untuk mengatur penerbitan obligasi perintis yang akan dibuat dan dijalankan dengan menggunakan Blockchain, yang mana ini bertujuan untuk menyederhanakan peningkatan modal dan perdagangan. Meski demikian baik pihak Commonwealth atau World Bank tidak menyebutkan ukuran maupun waktu dimulainya mandat ini, namun keduanya mengatakan bahwa ini akan diluncurkan setelah melewati periode konsultasi dengan lebih banyak investor.

Dengan teknologi ini maka akan membantu meyederhanakan proses peningkatan modal dan perdagangan serta meningkatkan pengawasan regulasi. Keduanya mengatakan bahwa indikasi minat terhadap instrumen hutang model baru seperti Blockchain sangat kuat sehingga hal inilah yang mendorong mereka untuk segera melaksanakan hal tersebut. Seperti diketahui bahwa World Bank setiap tahunnya mengeluarkan antara $50 milliar hingga $60 milliar dalam obligasi untuk memberikan dukungan pembangunan di negara berkembang.

Deni Robitaille selaku chief information officer Bank Dunia, mengatakan bahwa obligasi perintis ini merupakan sebuah tonggak dalam upaya mereka untuk mempelajari bagaimana cara kerja mereka dalam memberikan saran kepada negara-negara pemegang obligasinya mengenai peluang dan risiko yang ditawarkan. Pihak Commonwealth menyampaikan bahwa mereka telah menemukan solusi untuk permasalahan secara teknis dan potensi masalah dari sisi hukum, agar supaya transaksi melalui Blockchain dapat berjalan dengan lancar tanpa adanya hambatan apapun.

Dorongan untuk pengaplikasian Blockchain oleh Commonwealth Bank berawal saat Australian Securities Exchange berencana untuk beralih menggunakan ledger technology untuk menghapus dan menyelesaikan perdagangan ekuitas yang akan dimulai di tahun 2010 guna memangkas biaya.(WD)

On Articles

Related posts