Header Ads

Xiaomi Corp Akan Melakukan Buy Back Saham Mereka

Produsen smartphone asal Cina, Xiaomi Corp mengumumkan bahwa pihaknya berencana untuk melakukan buy back saham mereka senilai HK$12 milliar ($1.53 milliar) pada hari ini, sebagai pembalikan dari strategi manajemen kas yang bertujuan untuk meningkatkan kepemilikan saham yang tengah mengalami tekanan.

Dengan adanya berita ini nilai saham Xiaomi mencatat kenaikan hampir 7% di sesi perdagangan waktu Asia. Pada pekan lalu perusahaan tersebut baru saja membatalkan rencana yang sudah mengalami penundaan penawaran ekuitas di pasar Cina, yang mana ini merupakan sebuah langkah yang bertujuan untuk menarik investor Cina daratan yang ingin melakukan pembelian di perusahaan berskala global.

Pada saat itu pihak perusahaan mengatakan bahwa mereka mempunyai cukup dana tunai dan akan terfokus kepada pengembangan bisnisnya. Saham Xiaomi yang telah terdaftar di pasar saham Hong Kong sejak tahun lalu, telah kehilangan hampir sepertiga dari nilainya di tahun ini dan setengah dari harga penawaran saham perdana mereka, akibat dirugikan oleh melambatnya pertumbuhan perusahaan secara tajam serta ditambah dengan semakin meruncingnya persaingan di bisnis smartphone.

Nilai saham mereka mengalami kerugian di pasar saham Hong Kong, sejak terjadinya protes anti pemerintah secara besar-besaran di Hong Kong dari bulan Juni lalu. Sejak terjadinya demonstrasi, yang terkadang berakhir ricuh, perusahaan-perusahaan yang terdaftar di bursa tersebut telah mengalami kerugian hingga $152 milliar secara keseluruhan. Dengan mengacu pada kebijakan buyback tersebut,

Dan Baker selaku analis di Morningstar menilai bahwa hal ini harus memberikan kepercayaan diri yang lebih bagi para investor untuk melakukan pembelian saham, dikarenakan hal tersebut menunjukkan bagaimana pihak manajemen merasa percaya diri terhadap kemampuan mereka dalam menghasilkan dana tunai segar bagi perusahaan tersebut secara berkelanjutan.

Baker juga mengatakan bahwa rencana untuk menawarkan saham di pasar Cina daratan kemungkinan memiliki tujuan untuk mendapatkan penilaian yang lebih tinggi di pasar Cina, dibandingkan hanya berkutat untuk mengumpulkan dana, dengan demikian pengumuman buyback ini menunjukkan bahwa Xiaomi memiliki uang tunai yang cukup.

Hingga saat ini Xiaomi tercatat memiliki kas dan simpanan setara kas senilai 34.9 milliar Yuan ($4.92 milliar) hingga 30 Juni lalu, dan total pinjaman senilai 13.8 milliar Yuan. Selain itu perusahaan tersebut juga telah menghasilkan arus kas positif sekitar 11 milliar Yuan di periode kuartal lalu.

Dalam pernyataannya saat pengajuan penawaran di bursa, pihak Xiaomi mengatakan bahwa dewan pimpinan percaya bahwa buyback saham dalam kondisi saat ini akan menunjukkan tingkat kepercayaan diri perusahaan terhadap prospek bisnisnya sendiri, dan sumber daya keuangan Xiaomi saat ini memungkinkannya untuk melaksanakan pembelian saham mereka kembali dengan tetap mempertahankan posisi keuangan yang solid.

Seperti diketahui sebelumnya bahwa laju pertumbuhan perusahaan ini berjalan dengan lambat, seiring pasar smartphone global yang mengalami penyusutan serta ditambah persaingan lokal yang meningkat tajam. Menurut riset dari perusahaan Canalys, pangsa pasar Xiaomi di Cina mengalami penyusutan hingga seperlimanya pada periode April-Juni, bahkan disaat raksasa teknologi Cina, Huawei Technologies mengalami lonjakan hingga 31% di nilai sahamnya.

Upaya Xiaomi untuk mendorong ke layanan internet dengan margin lebih tinggi, guna melengkapi margin di bisnis smartphone mereka yang tipis, telah mendatangkan kekecewaan terhadap investornya akibat dari upaya mereka untuk memeras lebih banyak uang dari para penggunanya.

Akan tetapi produk smartphone murah mereka tetap populer di kalangan konsumen India, yang membeli lebih banyak produknya berkat akses data yang lebih mudah. Rencananya perusahaan ini juga akan segera meluncurkan bisnis pinjaman konsumen di India, namun masih harus menghadapi masalah privasi data serta persaingan dari raksasa teknologi AS.(WD)

Related posts