Header Ads

Yum China Menolak Penawaran Dari Konsorsium Hillhouse Capital Group

Perusahaan operator restaoran cepat saji asal Cina, Yum China Holdings Inc, telah mengeluarkan penolakan terhadap penawaran pembelian senilai $17.6 milliar dari sebuah konsorsium yang dipimpin oleh perusahaan investasi Cina, Hillhouse Capital Group dan termasuk didalamnya perusahaan investasi regional Baring Private Equity Asia, Perusahaan investasi global KKR & Co dan China Investment Corp, yang sebelumnya menyatakan minat mereka untuk membeli Yum China seharga $46 per saham atau hampir 24% di atas harga penutupan perdagangan Selasa kemarin.

Sebelumnya Reuters memberitakan bahwa Hillhouse telah menggandeng institusi pemberi pinjaman guna membiayai kesepakatan tersebut. Sebelumnya sebuah sumber mengatakan bahwa konsorsium tersebut diharapkan untuk tidak mengambil tindakan apapun dan sebaiknya mundur dari upaya mereka untuk mengajukan penawaran berikutnya. Tawaran sebesar $46 per lembar saham dari Yum China ini setidaknya senilai dengan 13 kali jumlah pendapatan mereka sebelum dikenakan bunga, pajak, depresiasi dan amortisasi (EBITDA), yang mana angka ini lebih tinggi dari McDonald’s Corp yang hanya 12.6 kali, namun masih lebih rendah dari Domino’s Pizza Inc yaitu sebesar 20.8 kali.

Yum China sebelumnya bergabung dengan Yum Brands! Inc, dan pada tahun 2016 lalu dipisahkan oleh perusahaan induknya dan terdaftar di New York Stock Exchange. Saat ini Yum China memegang lisensi ekslusif dari KFC, Pizza Hut dan Taco Bell yang ada di Cina dengan lebih dari 8100 gerai restoran di lebih dari 1200 kota di Cina. Dalam hal ini pihak Yum China tidak meminta adanya penawaran yang lebih tinggi di surat penolakannya, dan mereka tidak akan mengomentari rumor atau spekulasi pasar yang beredar, namun salah seorang perwakilan Yum China menyebutkan bahwa penolakan ini dikarenakan penilaian bahwa perusahaan tersebut memiliki potensi untuk tumbuh menjadi 20 ribu gerai restoran dalam target jangka panjangnya.

Selain KFC, Pizza Hut dan Taco Bell, Yum China juga menjalankan jaringan restoran cepat saji lokal seperti China First East Dawning dan restoran hotpot Little Sheep yang hak ekslusifnya diperoleh pada 2012 silam. Perusahaan ini dikenal sebagai pemilik lisensi bagi KFC, restoran cepat saji pertama yang masuk ke wilayah Cina sejak 1987 silam.(WD)

Related posts