Header Ads

ZTE Akan Melakukan Private Placement Terhadap Saham A Mereka

Perusahaan produsen peralatan telekomunikasi asal Cina, ZTE Corp mengatakan bahwa mereka tengah mencari untuk mendapatkan peningkatan hingga sebesar 11.51 milliar Yuan ($1.7 milliar) dari penempatan privatisasi saham A dan berencana untuk menggunakan hasil tersebut untuk penelitian dan pengembangan dari jaringan 5G serta sebagai modal kerja.

ZTE menyampaikan bahwa pihaknya berencana untuk menerbitkan saham A sebanyak 381.098 juta lembar atau sekitar 8.27% dari total modal saham yang dikeluarkan pada saat penyelesaian kesepakatan kepada investor sebagai pihak ketiga yang independen dengan harga 30.21 Yuan per lembarnya.

Harga tersebut merupakan harga diskon sebesar 18.2% dari harga penutupan saham A milik ZTE di harga 36.92 Yuan di penutupan bursa Shenzen pada hari Rabu kemarin. Saham A, yang dikenakan periode penguncian 12 bulan sejak tanggal pencatatan, akan dikeluarkan untuk 10 investor profesional atau institusi independen di Tiongkok.

Perusahaan tersebut juga mengatakan bahwa tidak ada pelanggan yang akan menjadi pemegang saham substansial setelah menyelesaikan penjualan sahamnya, namun mereka tidak memberikan penjelasan rincian apapun.

Dalam sebuah catatan penelitiannya, salah seorang broker di Jefferies mengatakan bahwa pihaknya percaya jika penggalangan dana yang sukses akan mampu menghapus overhang utama untuk saham, dan akan memberi para investor kepercayaan diri yang berlebih dalam upaya penelitian dan pengembangan dari ZTE, sehingga ada potensi keuntungan saham di unit bisnis 5G.

Terkait dengan kekhawatiran terhadap tekanan margin dan tekanan dari pangsa pasar 5G, Jefferies juga menyebutkan bahwa pandangan fundamental mereka tetap negatif, namun harga saham jangka pendek dinilai akan mendapatkan dukungan.

Nilai saham ZTE yang terdaftar di bursa Shenzen naik sebanyak 4% menjadi 38.10 Yuan di awal perdagangannya. Sedangkan saham ZTE yang terdaftar di bursa Hong Kong, mencatat kenaikan dalam waktu singkat hingga 3.7% ke harga HK$28.05, yang merupakan harga tertingginya sejak Maret 2018 lalu.

Direktur penjualan di UOB Kay Hian di Hong Kong, Steven Leung mengatakan bahwa hal tersebut terjadi karena periode penguncian yang memberikan kepercayaan investor terhadap harga saham yang stabil selama periode tersebut dan itu memberikan dukungan terhadap saham dari kenaikan meskipun ada diskon terhadap harga sahamnya, dan ini mejadi suatu kepercayaan terhadap prospek bisnis 5G dan perusahaan yang terkait.

Pihak ZTE juga mengatakan bahwa kesepakatan tersebut nantinya akan memungkinkan mereka untuk mempertahankan investasi tingkat tinggi dalam divisi penelitian dan pengembangan, memastikan keunggulan teknologi yang kompetitif, mengembangkan produk dan bisnis utamanya serta membantu meningkatkan pangsa pasar mereka.(WD)

Related posts