Header Ads

ZTE Kembali Berproduksi Normal

Produksi ZTE Corp di China kembali normal setelah pencabutan larangan AS. Bisnis jaringan operatornya akan kembali ke jalur pertumbuhan standar pada 2019, menurut Direktur dan CEO perusahaan yang baru terpilih.

Pembuat peralatan telekomunikasi No. 2 China ini sempat lumpuh pada bulan April ketika Amerika Serikat melarang perusahaan – perusahaan Amerika menjual komponen cadangannya. Menurut pemerintah Amerika, perusahaan ZTE melanggar kesepakatan untuk mendisiplinkan para eksekutif yang telah berkonspirasi untuk menghindari sanksi AS terhadap Iran dan Korea Utara.

Larangan itu, yang juga menjadi sumber pembicaraan dalam friksi perdagangan Sino-AS, dicabut pada Juli setelah ZTE membayar denda US $ 1,4 miliar, memungkinkan perusahaan itu melanjutkan bisnis.

“Pada hari ini, bisnis operasi utama telah kembali sepenuhnya. Misi produksi untuk Agustus telah kembali normal dan R & D dilanjutkan dengan cepat,” tulis Securities Times mengutip pernyataan Ketua Li Zixue pada pertemuan pemegang saham di kantor pusat perusahaan di Shenzhen pada Selasa.

ZTE mengkonfirmasi komentar itu kepada Reuters pada hari Rabu.

Sebagai bagian dari kesepakatan penyelesaian dengan Washington, ZTE, yang bergantung pada pemasok komponen inti AS, juga merombak tim manajemen dan menunjuk Direktur dan CEO baru.

ZTE juga bertujuan untuk meningkatkan penelitian dan pengembangan, khususnya untuk komponen kunci seperti chip, dan memperkuat hubungan dengan pembuat chip pihak ketiga dalam upaya untuk mengendalikan risiko.

Perusahaan akan melaporkan pendapatannya pada hari Kamis.

Related posts