Header Ads

35 Bank Besar Di AS Mampu Melewati Stress Test Tahap Pertama

stres tes bankSebanyak 35 bank terbesar di AS siap untuk memberikan lebih banyak uang untuk dividen, buyback saham serta untuk investasi bisnis setelah menyelesaikan tahap pertama dari stres test bagi perbankan sebagai peraturan pemerintah yang harus mereka lalui guna menunjukkan bahwa bank-bank tersebut memiliki cukup modal untuk menahan risiko resesi yang ekstrem. The Fed memperkenalkan Stress Test selama krisis keuangan untuk memastikan kekuatan industri perbankan, yang kemampuannya untuk meminjam dianggap penting untuk kesehatan ekonomi. Sejak diadakan untuk pertama kalinya di tahun 2009 silam, bank-bank di AS telah melihat bahwa kerugian mereda, tingkat portfolio pinjaman mengalami peningkatan serta pertumbuhan laba yang cukup signifikan. The Fed menyampaikan bahwa lembaga perbankan AS yang saat ini menjalani tes, telah memperkuat neraca mereka dengan menambahkan modal top-notch hingga lebih dari $800 milliar. Enam lembaga kreditur asing yang mempunyai anak perusahaan di AS, termasuk Deutsche Bank, Credit Suisse Group AG dan UBS Group AG, juga diwajibkan untuk menjalani tes dan hasilnya dirilis ke publik. Deutsche Bank selaku lembaga pemberi pinjaman yang operasionalnya dibawah pengawasan yang ketat, diketahui mampu memenuhi semua persyaratan modal minimum, seperti halnya yang dilakukan oleh Credit Suisse dan UBS. Selain sejumlah lembaga perbankan asing tersebut, bank lain yang menjalani tes adalah JPMorgan Chase & Co, Citigroup Inc, Bank of America Corp dan Wells Fargo & Co, serta pemberi pinjaman regional utama seperti Capital One Financial Corp, PNC Financial Services Group Inc dan US Bancorp dan bank Wall Street Goldman Sachs Group Inc dan Morgan Stanley. The Fed selalu menaikkan tingkat kesulitan tes seiring lingkungan ekonomi yang membaik secara lebih luas.

Related posts