Ifo Institute : Surplus Perdagangan Jerman Dapat Menjadi Masalah Tersendiri

jerman tradeLaju ekspor Jerman tercatat lebih tinggi dibandingkan impor mereka, namun hal ini dipandang oleh Gabriel Felbermayr, selaku direktur Ifo Center for International Economics, bisa menjadi suatu masalah besar bagi ekonomi di negara tersebut. Ekonomi Jerman yang berbasis manufaktur dan ekspor, telah lama menjadi sasaran kritik sehingga Berlin dituntut untuk mendorong lebih banyak lagi pengeluaran domestiknya dengan meningkatkan laju impor. Surplus yang terjadi dipandang sebagai suatu dorongan bagi terciptanya proteksionisme perdagangan dan hal ini akan memperburuk masalah ekonomi di negara mitra dagangnya. Laju surplus perdagangan Jerman selama 2017, untuk pertama kalinya dilaporkan jatuh sejak 2009, menyusut menjadi hanya $300.9 milliar. Namun perdagangannya dengan AS justru membukukan surplus sebesar $64 milliar. Presiden Donald Trump dalam cuitannya di Twitter menilai bahwa Jerman tidak cukup menarik bagi perusahaan untuk berinvestasi dan ini sangat mengkhawatirkan. Trump menambahkan bahwa pemerintah Jerman di bawah Kanselir Angela Merkel, perlu memodernisasi aturan yang mengatur ekonomi, untuk melakukan deregulasi dan siap terhadap periubahan teknologi. Ketidakseimbangan inilah yang menjadi salah satu dasar bagi Presiden Donald Trump untuk memberlakukan tarif impor dari negara-negara mitra dagangnya, mulai dari barang-barang teknologi dari Cina hingga produk otomotif dari Eropa. Eric Lonergan, manajer dana makro di M & G, mengatakan kepada CNBC, mengusulkan sebuah solusi yang menurutnya bisa dilakukan oleh Jerman dengan cara memimpin adanya kebijakan fiskal yang lebih besar di Eropa, untuk dialokasikan guna menangani masalah perdagangan, termasuk dengan adanya pemotongan pajak perusahaan, pajak pribadi serta sekaligus menstimulasi permintaan domestik.

Related posts