Inflasi Korea Selatan Mendekati Nol

Tingkat inflasi Korea Selatan dilaporkan turun hingga kembali mendekati nol pada bulan Oktober, seiring kebijakan pemangkasan biaya tagihan telepon seluler, yang menjadi bagian dari langkah-langkah bantuan Covid-19.

Kantor statistik Korea melaporkan indeks harga konsumen (CPI) di bulan Oktober naik tipis sebesar 0.1% dari periode yang sama di tahun sebelumnya, yang mana mencatat penurunan tajam dari kenaikan 1.0% di bulan sebelumnya.

Harga konsumen merosot ke wilayah minus pada Mei karena pandemi virus corona yang menekan permintaan, akan tetapi laju inflasi naik dalam empat bulan berikutnya karena harga pangan segar melonjak karena rekor musim hujan yang panjang.

Disebutkan bahwa harga produk pangan segar tetap berada dalam kondisi yang kuat di bulan Oktober, sementara tarif jasa juga turun seiring kebijakan subsidi tagihan telepon seluler.

Untuk harga produk pertanian, peternakan dan perikanan dilaporkan mengalami lonjakan hingga sebesar 13.3% di bulan Oktober, sekaligus mempertahankan pertumbuhan dua digit dari bulan sebelumnya, dan harga sayuran segar melonjak 20.3% dari tahun lalu sementara harga buah segar juga naik 28.9% di periode yang sama.

Untuk biaya jasa dilaporkan turun 0.8% di bulan Oktober, yang mana ini merupakan penurunan terbesarnya sejak Oktober 1999, yang diakibatkan oleh subsidi negara untuk tagihan telepon seluler, yang memangkas biaya komunikasi sebesar 21.7%, sementara biaya transportasi turun 4.4% dan biaya pendidikan mengalami penurunan 2.2%.

Tingkat Consumer Price Index yang tidak mencakup makanan dan energi dan disesuaikan dengan standar OECD, dilaporkan turun 0.3% di bulan Oktober sehingga tercatat sebagai penurunan paling tajam sejak September 1999 silam.

Sedangkan inflasi inti Bank of Korea, yang tidak termasuk produk pertanian dan harga minyak yang tidak stabil, dilaporkan naik tipis 0.1% yang merupakan kenaikan paling lambat dalam lebih dari setahun terakhir.

Sebelumnya pemerintah Korea Selatan telah mengeluarkan kebijakan yang menawarkan subsidi tagihan telepon seluler sebesar 20 ribu Won ($17.62), sebgai bagian dari anggaran tambahan sebesar 7.8 triliun Won, yang disahkan pada akhir September lalu, untuk meredakan pukulan pandemi virus corona terhadap sektor rumah tangga dan bisnis berskala kecil.(WD)

Related posts