Aktifitas Pabrik Cina Tumbuh Di Laju Yang Lambat

Melambatnya pasokan dan transportasi telah menimbulkan beban bagi laju produksi serta hilangnya momentum permintaan luar negeri, telah menyebabkan aktifitas pabrik di Cina berkembang dalam kecepatan yang lebih lambat dari perkiraan.

National Bureau of Statistics (NBS) merilis data manufacturing PMI resmi yang turun menjadi 51.1 di bulan April dari 51.9 di bulan Maret sebelumnya, namun masih tetap berada di atas level 50 yang memisahkan antara pertumbuhan dan kontraksi, meskipun masih lebih rendah dari perkiraan 51.7 dalam jajak pendapat Reuters.

Terkait data ini, Zhao Qinghe selaku ahli statistik di NBS mengatakan bahwa beberapa perusahaan yang disurvei melaporkan bahwa sejumlah permasalahan seperti kekurangan pasokan chip, masalah dalam logistik internasional, kurangnya peti kemas serta kenaikan tarif pengangkutan yang kesemuanya masih belum berada dalam kondisi yang lebih baik.

Pemulihan ekonomi Cina mengalami peningkatan tajam di kuartal pertama dengan rekor pertumbuhan sebesar 18.3%, guna mengimbangi penurunan di tahun lalu yang disebabkan oleh pandemi Covid-19, dan untuk tahun ini para analis memperkirakan pertumbuhan ekonomi Cina berada di angka 8.6%.

Laju pemulihan yang lebih kuat telah melampaui rebound yang dialami oleh sektor manufaktur dari negara pesaing seperti India, yang hingga kini masih berjuang untuk menahan gelombang baru wabah virus corona.

Data PMI resmi yang sebagian besar terfokus pada perusahaan besar dan perusahaan milik negara, menunjukkan bahwa sektor bisnis kembali memberhentikan para pekerjanya di bulan April setelah meningkatkan perekrutan untuk pertama kalinya dalam hampir setahun terakhir di bulan sebelumnya, yang ditunjukkan oleh sub-indeks ketenagakerjaan yang turun ke 49.6 dari 50.1 di bulan Maret.

Sementara sebuah ukuran untuk pesanan ekspor baru berada di angka 50.4 di bulan April, lebih rendah dari 51.2 di bulan sebelumnya, namun masih berada di area yang menunjukkan laju ekspansinya, sedangkan sub-indeks untuk aktifitas perusahaan skala kecil dirilis di angka 50.8 untuk bulan April dari 50.4 di bulan Maret sebelumnya.

Berdasarkan laju pemulihan ekonomi yang solid, maka permintaan terhadap bahan baku telah memicu pertumbuhan laba perusahaan industri Cina yang mencatat hasil yang kuat di bulan Maret, seiring laba di sektor hulu yang lebih unggul dari laba di sektor hilir, yang dapat terlihat dari sub-indeks untuk biaya bahan baku yang dirilis di angka 66.9 untuk bulan April, turun dari 69.4 di bulan Maret sebelumnya namun masih berada di jalur kenaikannya.(WD)

Related posts