Header Ads

Analis : Emas Berpotensi Mencapai $4000 Dalam Tiga Tahun Kedepan

Sejumlah analis memperkirakan bahwa harga komoditas Emas berpotensi terus mengalami kenaikan hingga ke harga $4000 per troy ounce dalam tiga tahun kedepan, namun sejumlah faktor-faktor seperti pengembangan vaksin virus corona serta pemilihan presiden AS pada bulan November mendatang dapat memberikan pengaruh bagi pergerakan Logam Mulia.

Untuk tahun ini pergerakan harga Emas telah mengalami lesatan ke rekor harga tertingginya sepanjang masa sejak September 2011, seiring para investor yang memburu aset safe haven akibat pandemi yang belum menunjukkan tanda-tanda akan mereda.

Frank Holmes yang menjabat sebagai CEO di perusahaan investasi AS Global Investors, mengatakan kepada CNBC bahwa sangat mudah untuk melihat Emas akan mencapai harga $4000, dan beliau merujuk pada kebutuhan stimulus AS hingga sebesar triliunan Dollar untuk mendukung ekonomi AS selama terjadinya pandemi Covid-19, serta adanya kerjasama antara menteri keuangan AS dengan pemimpin bank sentral di negara-negara anggota G-20 untuk mencetak stimulus hingga triliunan Dollar.

Pada umumnya kebijakan moneter yang longgar berarti bahwa investor akan memiliki kecenderungan untuk memburu Logam Mulia sebagai aset investasi mereka, yang mana saat imbal hasil riil mengalami penurunan maka harga Emas akan mencatat kenaikan, demikian juga sebaliknya.

Banyaknya faktor yang memberikan dukungan kepada pergerakan naik Emas, disetujui oleh Yung-yu Ma selaku kepala strategi investasi di BMO Wealth Management, yang merujuk pada dua peristiwa besar yang dapat mengubah arah pergerakan harga pasar komoditas Emas.

Beliau menambahkan bahwa pihaknya hanya mengekstrapolasi faktor-faktor yang ada saat ini secara hati-hati, terutama di saat pihaknya mengetahui adanya dua peristiwa besar yang dapat mempengaruhi lintasan pergerakan Emas, yaitu pengembangan vaksin Covid-19 serta pemilihan Presiden AS, dan pengembangan vaksin berpotensi menggeser sejumlah faktor positif saat ini untuk mendukung Emas.

Sementara itu menurut penyedia penelitian yang berbasis di New York, Third Bridge Group, pergerakan harga Emas kemungkinan akan turun hingga di bawah $1600 pasca pemilu di AS, sebelum mencatat kenaikannya kembali di tahun depan.

Akan tetapi penyedia data keuangan Refinitiv menunjuk pada perkembangan politik di AS yang dapat menganggu pasar keuangan sekaligus mendukung aset safe haven Emas mengalami reli.

Cameron Alexander dari Refinitiv mengatakan bahwa pemilu yang akan berlangsung kurang dari 100 hari lagi serta ditambah Trump yang menyarankan untuk menundanya, telah meningkatkan kekhawatiran bahwa dia akan berusaha untuk menghindari pemungutan suara dalam kontes dimana dirinya saat ini membuntuti lawannya dengan selisih dua digit, yang mana Alexander merujuk pada kandidat dari partai Demokrat Joe Biden yang terakhir kali memimpin perolehan dalam jajak pendapat dari Presiden AS Donald Trump.

Dalam pemilihan presiden di tahun 2016 lalu, setelah kemenangan mengejutkan Trump terhadap kandidat dari Demokrat Hillary Clinton, para investor melarikan investasinya ke aset safe haven Emas sehingga mendorong harga Emas naik hampir 5% saat itu.(WD)

Related posts