Header Ads

Analis : Kepercayaan Bisnis Jepang Kemungkinan Turun

Sebuah jajak pendapat terhadap 17 ekonom menunjukkan perkiraan bahwa kepercayaan bisnis di antara produsen besar Jepang kemungkinan akan mengalami penurunan di kuartal ketiga, akibat pandemi Covid-19 varian Delta yang menghantam aktifitas perusahaan dan konsumen, yang kesemuanya akan tertuang dalam survei Tankan yang diawasi oleh bank sentral.

Selain itu diperkirakan pula bahwa harga konsumen inti di tingkat nasional akan mengalami pertumbuhan yang stagnan di bulan Agustus, dari bulan yang sama di tahun sebelumnya, akibat kenaikan biaya energi dan penginapan yang mengimbangi rendahnya biaya telepon seluler.

Hasil jajak pendapat tersebut menunjukkan bahwa survei sentimen bisnis tankan triwulanan Bank of Japan (BOJ) diperkirakan menunjukkan indeks utama untuk sentimen produsen besar turun menjadi 13 dari 14 yang tercatat pada bulan Juni lalu.

Takeshi Minami yang menjabat sebagai kepala ekonom di Norinchukin Research Institute, mengatakan bahwa penjualan barang tahan lama telah mencatat penguatannya hingga saat ini, sehingga mampu menutupi laju penurunan konsumsi jasa.

Lebih lanjut Minami mengatakan bahwa pengurangan laju produksi mobil oleh para produsen diakibatkan oleh kurangnya pasokan chip dalam skala global serta adanya kesulitan pengadaan suku cadang karena peningkatan infeksi Covid-19 varian Delta secara eksplosif di kawasan Asia Tenggara, dari aktifitas ekonomi yang merugikan selama musim panas.

Disebutkan bahwa kondisi yang terjadi di antara perusahaan non-manufaktur berskala besar cenderung mengalami sedikit penurunan, dan diperkirakan cenderung datar dari +1 di bulan Juni untuk menghindar dari penurunan ke level pesimisme.

Perkiraan tersebut sejalan dengan serangkaian data terbaru yang menunjukkan perusahaan menghadapi tantangan baru dari pandemi, yang tetap sangat menyakitkan bagi perusahaan sektor jasa.

Pada pekan lalu sebuah data resmi dari pemerintah Jepang menunjukkan bahwa ekspor negara tersebut mampu memperpanjang kenaikan sebesar dua digit di bulan Agustus, meskipun laju pertumbuhan mengalami pelemahan akibat Covid-19 yang menghantam rantai pasokan utama di Asia serta memperlambat laju produksi pabrik.

Pertumbuhan ekonomi Jepang terlihat melambat pada kuartal saat ini dari April-Juni, yang sebagian dikarenakan gangguan pandemi, bahkan ketika tingkat vaksinasi negara itu meningkat dan infeksi COVID-19 harian tampaknya telah memuncak.

Dalam periode tiga bulan ke depan, tingkat optimisme dari para produsen besar diperkirakan sedikit mengalami peningkatan menjadi 15, sementara indeks prospek non-produsen besar terlihat naik ke +5, dan kemungkinan para perusahaan skala besar akan menaikkan rencana belanja modal mereka hingga sebesar 9.1% untuk tahun fiskal saat ini karena membaiknya prospek.

Bank of Japan akan mempertahankan stimulus besar-besaran pada pertemuan kebijakannya di 21-22 September, yang disebabkan oleh kemacetan pasokan yang disebabkan oleh penutupan pabrik di kawasan Asia serta lesunya tingkat konsumsi yang membebani perekonomian.

Sementara itu sebuah data terpisah yang akan dirilis pada 24 September mendatang, diperkirakan akan menunjukkan harga konsumen inti nasional, yang tidak mencakup makanan segar namun memasukkan produk minyak, akan berjalan datar dibandingkan tahun sebelumnya.(WD)

Related posts