Header Ads

Anjloknya Stok Minyak AS Lambungkan Harga Oil

Faktor katalis melejitnya  harga Oil mencapai  $73.11 per barrel pada sesi transaksi hari Rabu kemarin (15 September 2021), dipicu oleh anjloknya stok minyak mentah dan bahan bakar  Amerika Serikat untuk data akhir pekan 10 September 2021.

EIA melaporkan bahwa cadangan minyak mentah Amerika Serikat turun drastis sebanyak 6.4 juta barrel menjadi 417.4 juta barrel. Sementara perkiraan berdasarkan polling Reuters, penurunannya hanya sebatas 3.5 juta barrel.

Terkurasnya stok minyak mentah AS—sebagai negara konsumen minyak terbesar di dunia—tidak terlepas dari terganggunya penyulingan di wilayah Teluk AS dan fasilitas minyak lepas pantai yang masih dalam pemulihan dari Badai Ida.

Sejatinya rilisan data tersebut selaras dengan kekhawatiran pihak Badan Energi Internasional bahwa pasokan yang lenyap akibat badai di Teluk Meksiko akan mengurangi keuntungan dari  OPEC.

Badai Ida telah menyebabkan penurunan pasokan global untuk pertama kalinya dalam 5 bulan terakhir. Namun pasar akan mulai mendekati keseimbangan pada Oktober, karena pihak OPEC dan sekutunya semisal Rusia, kelompok yang dikenal dengan OPEC+, telah berencana menambah pasokan.

Badai Ida telah menutup sebagian besar produksi dan gas lepas pantai Teluk AS. Sekira 30% dari produksi Teluk AS tetap ditutup pada hari Rabu kemarin.

Dari aspek teknikal, soliditas kenaikan Oil berpotensi mengusik level puncak 30 Juli 2021, yaitu 74.21 hingga leveh high 13 Juli 2021, yaitu 75.49. Sedangkan fase koreksi turun akan menjumpai perlawanan ketat pada level 70.61

Related posts