BI Telah Memangkas Perkiraan Pertumbuhan Ekonomi Indonesia

Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo dalam audiensi dengan komite anggaran parlemen, mengatakan bahwa pihaknya telah memangkas perkiraan pertumbuhan ekonomi Indonesia di tahun ini menjadi 3.8%, berdasarkan penilaian awal dampak pembatasan virus corona baru-baru ini, setelah sebelumnya menetapkan perkiraan pertumbuhan sebesar 4.6%.

Negara ekonomi terbesar di Asia Tenggara ini telah berjuang melawan pandemi Covid-19 yang terburuk di kawasan tersebut, dengan mencatat kasus kematian yang meningkat ke level mengkhawatirkan, dengan membanjirnya pasien yang terinfeksi virus di semua rumah sakit.

Saat ini pemerintah Indonesia telah memberlakukan pembatasan ketat dalam skala yang luas di pulau Jawa dan Bali, serta menerapkan sejumlah tindakan pembatasan di beberapa wilayah lainnya sejak pekan lalu.

Perkiraan baru dari Bank Indonesia (BI) ini didasarkan pada asumsi bahwa pembatasan mobilitas dapat berhasil menurunkan kasus setelah satu bulan penerapan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM).

Dalam hal ini Gubernur BI mengatakan bahwa pada awalnya pihaknya memperkirakan besaran PDB Indonesia dapat tumbuh antara 4.1% hingga 5.1% di tahun ini, dengan titik tengah di 4.6%, namun perkiraan awal terhadap pertumbuhan ekonomi di tahun ini tersebut akan berada di bawah perkiraan sebelum ini.

Jika pembatasan mobilitas darurat ini dilakukan dalam jangka waktu sebulan kedepan dan mampu menurunkan jumlah infeksi Covid-19, maka pertumbuhan ekonomi akan menjadi 3.8%, yang mana perkiraan pertumbuhan 2021 pemerintah adalah antara 3,7% hingga 4,5%, setelah pada tahun lalu PDB Indonesia berkontraksi 2.1% untuk pertama kalinya sejak 1998 silam.

Namun beliau juga memperingatkan bahwa BI sedang berupaya untuk mendukung pertumbuhan pertumbuhan ekonomi dengan menjaga stabilitas pasar keuangan di tengah prospek pengetatan kebijakan moeneter AS yang berpotensi memicu arus dana keluar.

Warjiyo juga menambahkan bahwa diperlukan langkah-langkah untuk mengurangi dampak tindakan penahanan terhadap konsumsi swasta, dan untuk mendukung pemulihan maka suku bunga akan dijaga untuk tetap berada di kisaran rendah dengan likuiditas yang cukup.

BI telah memangkas suku bunga utamanya dengan total 150 basis poin ke rekor terendah dan menyuntikkan likuiditas lebih dari $ 55 miliar ke dalam sistem keuangan selama pandemi.

Sejumlah ekonom telah menurunkan perkiraan pertumbuhan PDB Indonesia untuk tahun ini dan memperkirakan akan tetap mempertahankan patokannya tidak berubah sepanjang tahun, dimana lembaga Fitch Solutions telah memangkas perkiraan pertumbuhannya menjadi 4.4% dari 5.1% sebelumnya.(WD)

Related posts