BoJ Akan Menawarkan Pandangan Ekonomi Yang Optimis

Seiring keadaan darurat yang diperbarui untuk meredam pandemi Covid-19 yang telah merugikan sektor konsumsi dan membuat pertumbuhan sangat bergantung pada laju permintaan luar negeri, untuk itu Bank of Japan akan menawarkan pandangan optimis yang lebih hati-hati terhadap ekonomi Jepang dalam proyeksi kuartalan terbaru yang akan dirilis di Jumat mendatang.

Selain itu bank sentral Jepang juga akan mengungkap rincian skema baru untuk meningkatkan pendanaan untuk kegiatan yang bertujuan memerangi perubahan iklim, yang mana ini sejalan dengan rekan-rekan global yang juga meningkatkan upaya untuk menangani dampak ekonomi dari risiko iklim.

Diperkirakan bahwa Bank of Japan akan mempertahankan target yield curve control di kisaran minus 0.1% untuk suku bunga jangka pendek dan 0% untuk imbal hasil obligasi 10 tahun.

Beberapa sumber menilai bahwa dalam proyeksi kuartal terbaru tersebut, pihak dewan kebijakan nampaknya akan memangkas perkiraan pertumbuhan ekonomi untuk tahun fiskal yang berakhir pada Maret 2022 dari perkiraan sebelumnya di 4.0% pada tiga bulan lalu.

Pemotongan tersebut kemungkinan akan mencerminkan kelemahan dalam konsumsi dan dampak pembatasan baru yang diberlakukan di kota Tokyo sebagai tuan rumah Olimpiade hingga 22 Agustus mendatang, yang telah menghancurkan harapan pembuat kebijakan untuk adanya rebound yang solid terhadap pertumbuhan di periode Juli-September.

Namun demikian pihak Bank of Japan akan tetap berpegang pada pandangan mereka bahwa ekonomi tengah menuju pemulihan secara moderat, dan kemungkinan akan sedikit meningkatkan perkiraan pertumbuhan tahun fiskal berikutnya, dengan ekspektasi bahwa vaksinasi yang stabil akan memacu laju permintaan yang terpendam.

Sebuah sumber yang dekat dengan pihak bank sentral, mengatakan bahwa keadaan baru dari pembatasan darurat dapat menunda waktu pemulihan, namun tidak akan menghancurkan proses pemulihan tersebut.

Saat ini Bank of Japan telah memproyeksikan laju pertumbuhan 2.4% untuk tahun fiskal 2022 mendatang, serta menindaklanjuti rencana untuk membuat skema baru yang berfokus pada perubahan iklim, yang telah diumumkan pada bulan lalu.

Dalam garis besar skema yang jatuh tempo pada hari Jumat, BOJ kemungkinan akan menawarkan dana jangka panjang tanpa bunga kepada pemberi pinjaman yang memberikan pinjaman untuk kegiatan yang bertujuan memerangi perubahan iklim.

Bank of Japan kemungkinan akan memperdebatkan beberapa poin penting yang menggarisbawahi tantangan yang dihadapi oleh bank sentral dalam mengatasi risiko perubahan iklim, seperti apakah akan membiayai pinjaman luar negeri yang dibuat oleh pemberi pinjaman domestik.

Disebutkan bahwa pihak BoJ juga akan menjabarkan langkah-langkah kebijakan non-moneter lainnya yang akan diambilnya terhadap perubahan iklim, seperti mendorong pemberi pinjaman untuk meningkatkan pengungkapan iklim dan rencana untuk melakukan penelitian mengenai dampak ekonomi dari risiko perubahan iklim.(WD)

Related posts