Header Ads

BoJ Memangkas Perkiraan Pertumbuhan

Meskipun tetap mempertahankan pandangannya terhadap ekonomi yang dinilai menuju pemulihan moderat, yang mengisyaratkan tanda bahwa kebijakan moneter akan tetap dipertahankan dalam beberapa waktu kedepan, namun Bank of Japan telah memangkas perkiraan pertumbuhan di tahun fiskal ini.

Saat ini pihak bank sentral telah melangkah lebih dekat ke wilayah yang belum dipetakan, dengan memaparkan rincian skema baru yang ditujukan untuk mendanai kegiatan dalam memerangi perubahan iklim.

Dengan skema baru yang diluncurkan di tahun ini, pihak Bank of Japan akan menawarkan pinjaman tanpa bunga kepada bank-bank yang meningkatkan pinjaman mereka untuk proyek go green, yang dapat diperpanjang hingga 2030 mendatang.

Diantara pinjaman yang memenuhi syarat untuk skema tersebut, mereka juga mengatakan bahwa hal ini juga mencakup pembiayaan transisi atau pinjaman untuk membantu perusahaan yang menyebabkan polusi untuk beralih ke operasi yang lebih ramah lingkungan.

Sementara bank tidak akan dibayar insentif bunga untuk memanfaatkan skema tersebut, sebagian besar dari simpanan mereka yang diparkir di BOJ akan dibebaskan dari suku bunga negatif.

Dalam konferensi pers-nya Gubernur BoJ Haruhiko Kuroda mengatakan bahwa selain dari apa yang dilakukan pemerintah dan pihak parlemen, maka pihaknya tengah memperdebatkan apa yang dapat dilakukan oleh bank sentral di sektor ini, sementara itu masalah terbesar adalah seberapa banyak yang harus dilakukan serta apa yang dapat mereka lakukan sebagai bank sentral.

Pihak Bank of Japan telah membiarkan target yield curve control tidak berubah di minus 0.1% untuk suku bunga jangka pendek dan 0% untuk imbal hasil obligasi tenor 10 tahun, yang disampaikan pada tinjauan suku bunga selama dua hari hingga hari ini, dan hal ini juga akan terus membeli aset seperti obligasi pemerintah dan ETF.

Dalam proyeksi kuartalan baru yang dirilis pada hari ini, pihak BoJ mengatakan bahwa mereka memperkirakan ekonomi akan tumbuh 3.8% pada tahun fiskal saat ini yang berakhir pada Maret 2022, lebih rendah dari 4.0% yang diproyeksikan pada bulan April.

Namun demikian mereka juga merevisi perkiraan pertumbuhan untuk tahun fiskal berikutnya menjadi 2.7% dari 2.4% di tengah ekspektasi bahwa laju konsumsi akan mengalami peningkatan seiring percepatan program vaksinasi.

Dalam laporan triwulanan yang dirilis hari ini waktu setempat, BoJ mengatakan bahwa ekonomi Jepang kemungkinan akan membaik karena dampak pandemi secara bertahap telah mereda menyusul kemajuan dalam vaksinasi, akan tetapi prospeknya masih sangat tidak pasti yang disebabkan oleh potensi terpengaruhnya ekonomi domestik dan luar negeri oleh perkembangan terkait pandemi.

Pada kesempatan tersebut pihak bank sentral Jepang telah merevisi perkiraan inflasi konsumen secara tajam untuk tahun fiskal saat ini menjadi 0.6% dari 0.1%, yang sebagian disebabkan oleh kenaikan biaya energi serta harga komditas baru-baru ini.

Kebangkitan infeksi telah mendesak pemerintah untuk memberlakukan keadaan darurat baru di kota Tokyo sebagai tuan rumah Olimpiade hanya berselang kurang dari dua minggu sebelum Olimpiade, sehingga menghancurkan harapan para pembuat kebijakan untuk terjadinya rebound kuat dalam pertumbuhan selama kuartal tersebut.

Pada periode Januari hingga Maret, ekonomi Jepang mengalami penyusutan 3.9% di tingkat tahunan, dan kemungkinan hampir tidak akan mengalami pertumbuhan di kuartal kedua akibat dari pandemi yang berdampak pada laju pengeluaran konsumen.

Sebelumnya dalam survei Reuters terhadap para analis, memperkirakan bahwa ekonomi akan tumbuh sebesar 4.2% di kuartal ini, yang mana angka ini lebih rendah dari perkiraan yang mereka buat di bulan lalu, berdasarkan tekanan dari kebijakan pembatasan baru terhadap pandemi.(WD)

Related posts