BoJ’s Suzuki : BoJ Harus Menahan Pembelian ETF

Salah seorang anggota dewan kebijakan Bank of Japan, Hitoshi Suzuki menilai bahwa bank sentral Jepang seharusnya menahan diri untuk melakukan pembelian aset ETF di saat pasar berada dalam kondisi tenang, guna mencegah meningkatnya kepemilikan terhadap ETF sebanyak mungkin.

Sebelumnya saat penyampaian tinjauan alat kebijakannya di bulan Maret, Bank of Japan telah menyingkirkan target numerik terkait kecepatan pembelian ETF dan dana perwalian real estate (REIT), sebagai bagian dari upaya mereka untuk membuat program stimulus masifnya tetap berkelanjutan.

Lebih lanjut Suzuki mengatakan bahwa penting artinya untuk memperhatikan kesehatan keuangan bank sentral dalam melakukan pembelian ETF dan REIT, yang mana dengan bertambahnya kepemilikan BoJ terhadap dua macam aset tersebut, maka dampaknya menjadi lebih besar terhadap kesehatan keuangan mereka.

Sebagai seorang mantan bankir komersil, Suzuki sangat memahami hal tersebut sehingga beliau mengatakan bahwa bank sentral Jepang harus memastikan sektor perbankan tetap dalam kondisi sehat, agar supaya pelonggaran kebijakan moneter mereka tetap dapat berlanjut.

Seiring kebijakan yang disebut yield curve control saat ini, Bank of Japan telah melakukan panduan terhadap suku bunga jangka pendek di kisaran minus 0.1% dan sekaligus berjanji untuk membatasi suku bunga jangka panjang di kisaran nol persen.

Selain itu bank sentral di negara ekonomi terbesar ketiga dunia tersebut juga menerapkan program pembelian obligasi pemerintah selain pembelian terhadap aset berisiko seperti ETF, sebagai bagian dari langkah mereka untuk menghidupkan kembali laju perekonomiannya.(WD)

Related posts