BoK Bersiap Mengetatkan Kebijakan Moneternya

Gubernur Bank of Korea Lee Ju-yeol menyampaikan bahwa pihaknya akan mulai bersiap untuk keluar dari kondisi tingkat suku bunga terendahnya secara bertahap di sejumlah sektor, seiring ekonomi Korea Selatan yang telah mulai pulih serta meningkatnya risiko keuangan.

Komentar ini disampaikan setelah Bank of Korea meningkatkan prospek pertumbuhannya di tahun ini menjadi 4% serta memproyeksikan laju inflasi menjadi 1.8%, sekaligus menyampaikan bahwa bank sentral tidak boleh melewatkan waktu normalisasi kebijakannya.

Namun para anggota dewan kebijakan masih sepakat dengan suara bulat untuk menyetujui keputusan mereka mempertahankan suku bunga di kisaran 0.5% di hari ini, menyusul ketidakpastian pandemi yang masih melanda hingga saat ini.

Lebih jauh Lee menyampaikan bahwa pihaknya telah melongarkan kebijakan moneternya hingga ke tingkat yang belum pernah terjadi sebelumnya, dan wajar jika pihaknya harus menyesuaikan langkah-langkah ini jika kondisi ekonomi membaik, namun masalahnya saat ini adalah saat ekonomi pulih maka masih tersisa ketidakpastian yang mendasari semuanya, sehingga jangan sampai momentum saat ini rusak.

Upaya Lee untuk mengisyaratkan penarikan stimulus di era pandemi ini, telah menyelaraskan langkah BoK dengan pihak bank sentral Selandia Baru dan Kanada, namun dengan pandemi virus yang masih melanda dunia yang menyebabkan mayoritas bank sentral menjanjikan dukungan pertumbuhannya, maka Lee berusaha untuk meyakinkan investor bahwa tidak akan ada perubahan kebijakan secara prematur.

Ekspansi ekonomi Korea Selatan di tahun ini dipimpin oleh laju ekspor dan investasi, yang mendukung kepercayaan serta mendorong peningkatan prospek dari para analis, dan para ekonom mungkin akan mengedepankan ekspektasi mereka terhadap kemungkinan pengetatan kebijakan Bank of Korea sehubungan dengan peningkatan prospek.

Selain itu Lee juga mengatakan bahwa para anggota dewan tengah membahas apakah akan menawarkan sinyal ke pasar mengenai perubahan kebijakan apapun, serta mengatakan pertumbuhan dapat melampaui perkiraan baru di 4%, jika pemerintah menambahkan stimulus lebih lanjut sekaligus mempercepat program vaksinasi, yang sebelumnya pihak BoK memperkirakan pertumbuhan 3% dan laju inflasi 1.3% untuk tahun ini pada bulan Februari lalu.

Sejauh ini pasar keuangan ini telah memperkirakan dua kenaikan suku bunga oleh Bank of Korea selama 12 bulan ke depan, sehingga pertaruhan semakin hawkish dari perkiraan kenaikan suku bunga pada kuartal ketiga di tahun 2022 mendatang. Bank sentral telah menaikkan proyeksi pertumbuhannya untuk tahun 2022 menjadi 3%, akan tetapi mereka tetap mempertahankan prospek inflasi tidak berubah di 1.4%, yang lebih lambat dari perkiraan tahun ini.

Dalam pernyataannya pasca pengambilan keputusan, bank sentral Korea mengatakan bahwa laju pemulihan telah menguat dengan dilatarbelakangi oleh sektor perdagangan, sementara konsumsi juga pulih dari kemerosotannya secara bertahap.

Mereka juga menegaskan kembali janjinya untuk menjaga kebijakan tetap akomodatif, namun akan tetap lebih memperhatikan upaya untuk membangun keseimbangan keuangan, termasuk membengkaknya hutang sektor rumah tangga.

Cho Yong-gu selaku ahli strategi pendapatan tetap di Shinyoung Securities, yang memprediksi kenaikan suku bunga di paruh pertama tahun depan, mengatakan bahwa perkiraan terakhir dari bank sentral akan mampu memajukan waktu normalisasi kebijakannya, dengan catatan jika sektor pekerjaan kembali normal, program vaksinasi berjalan sesuai rencana serta laju inflasi mampu naik ke target yang telah ditentukan oleh bank sentral.(WD)

Related posts