Header Ads

Daya Tarik Emas Meningkat Seiring Lemahnya Dollar

Melemahnya nilai tukar Dollar telah meningkatkan daya tarik komoditas Emas, sehingga mampu mencatat kenaikan di sesi perdagangan waktu Asia pada pagi hari tadi, serta mampu pulih dari level terendahnya dalam delapan bulan terakhir yang dicapai di sesi perdagangan sebelumnya.

Setelah mencapai level terendahnya sejak Juni 2020 lalu, pergerakan Emas berjangka mampu mencatat kenaikan 1.01% di sesi perdagangan Asia tadi pagi, setelah mendapat dukungan dari penurunan Dollar dari level tertingginya dalam sepakan di sesi perdagangan pekan lalu.

Namun demikian secara bulanan pergerakan komoditas Emas batangan mencatat penurunan terburuknya sejak November 2016 silam pada bulan Februari lalu, berkat meningkatnya imbal hasil Treasury AS yang meningkatkan biaya peluang untuk memegang Emas.

Potensi terjadinya aksi jual di pasar obligasi kedepannya akan membuat imbal hasil obligasi pemerintah AS, Jerman dan Australia akan mencatat kenaikan bulanan terbesar berikutnya dalam beberapa tahun kedepan dan bank sentral secara global berusaha untuk menenangkan kepanikan yang terjadi di pasar.

Imbal hasil Treasury AS mengalami lonjakan ke level tertinggi dalam setahun terakhir menyusul pertaruhan terhadap percepatan laju inflasi telah menimbulkan kekhawatiran, sehingga mungkin akan ada kemunduran dalam dukungan kebijakan moneter dari bank sentral.

Kepala strategi pasar di CMC Markets, Michael McCarthy mengatakan kepada Bloomberg bahwa pasar obligasi terus menandakan akhir dari siklus penurunan suku bunga, dan jika tekanan inflasi yang tercermin dari penurunan tajam harga obligasi terbukti pada pertengahan tahun, sehingga bank sentral akan memiliki sedikit pilihan selain menarik kembali dukungan mereka untuk saat ini.

Lebih lanjut McCarthy mengatakan bahwa jatuhnya harga komoditas Emas telah menunjukkan kepada pasar bahwa kekhawatiran utama saat ini adalah mengenai suku bunga yang lebih tinggi, melebihi daya tarik safe haven terhadap komoditas Emas.

US Commodity Futures Trading Commission pada Jumat kemarin mengatakan bahwa para investor telah menurunkan posisi bullish mereka di kontrak Emas dan Perak Comex dalam sepekan hingga 23 Februari, dan permintaan Emas fisik di India mengalami pertumbuhan selama sepekan terakhir karena harga Emas batangan tetap mendekati harga terendah dalam delapan bulan terakhirnya.(WD)

Related posts