Dollar Melemah Seiring Terhambatnya Yield Treasury

Greenback mencatat penurunan ke level terendahnya dalam enam tahun terhadap Dollar Kanada dan bergerak di dekat level terendah multi-bulanan terhadap Euro di sesi perdagangan hari ini, seiring pergerakan imbal hasil Treasury yang terhenti di tengah ekspektasi bahwa AS tidak akan menaikkan suku bunga acuannya dalam waktu dekat.

Pada awal pekan ini Presiden Federal Reserve Dallas Robert Kaplan telah memberikan penegasan kembali terkait pandangannya bahwa dirinya tidak mengharapkan kenaikan suku bunga hingga tahun depan, yang mana penegasan ini memicu penurunan lebih lanjut dalam pertaruhan terkait tekanan inflasi yang dapat memaksa The Fed bertindak lebih cepat.

Sejumlah pembuat kebijakan The Fed dijadwalkan untuk berbicara di pekan ini, dan pihak bank sentral AS juga akan merilis risalah dari pertemuan terakhir mereka, yang akan memberikan indikasi mengenai arah kebijakan moneter di tahun ini.

Akan tetapi saat ini berkembang konsensus bahwa pihak The Fed akan mentolerir apa yang dilihat oleh mereka sebagai percepatan laju inflasi sementara, sehingga akan membuat mata uang Dollar bergerak ke kisaran lebih rendah terhadap sebagian besar mata uang utama dunia.

Terkait akan hal ini Junichi Ishikawa selaku ahli strategi valas senior di IG Securities, mengatakan bahwa poin paling penting saat ini adalah mendapat petunjuk kemana arah imbal hasil Treasury AS, yang mana jika imbal hasil dibatasi maka akan mencerminkan ekspektasi bahwa kebijakan moneter AS akan tetap longgar dan menempatkan nilai tukar greenback di kisaran bawah.

Di tengah kekhawatiran mengenai lambatnya program vaksinasi Jepang serta melemahnya greenback, sehingga pasangan mata uang USDJPY bergerak stagnan dalam kisaran sempitnya dan bertahan stabil di dekat kisaran 109.19 terhadap Yen.

Selain itu mata uang Yen juga melemah terhadap Poundsterling Inggris dan mata uang Antipodean lainnya, setelah data terakhir menunjukkan bahwa ekonomi Jepang berkontraksi lebih dari yang diharapkan karna meningkatnya infeksi virus corona di negara tersebut.

Sejumlah investor saat ini telah mengurangi ekspektasi mereka terhadap kenaikan suku bunga The Fed di tahun ini, dan komentar dari Kaplan telah memberi lebih banyak insentif terhadap para pedagang di pasar mata uang untuk melakukan aksi jual Dollar.(WD)

Related posts