ECB’s Schnabel : ECB Akan Melawan Upaya Kenaikan Suku Bunga

Dalam wawancaranya dengan kantor berita Latvia Leta, anggota dewan kebijakan ECB Isabel Schnabel mengatakan bahwa pihaknya akan melawan setiap upaya kenaikan besar dalam suku bunga riil atau yang disesuaikan dengan inflasi karena hal ini berpotensi menghambat laju pemulihan Eurozone.

Hal ini dikemukakan mengingat bahwa biaya pinjaman telah meningkat di sejumlah pasar utama di tahun ini, yang sebagian diakibatkan oleh kenaikan imbal hasil Treasury AS dan ekspektasi inflasi yang tinggi, sehingga membuat Presiden ECB Christine Lagarde menyatakan keprihatinannya pada pidatonya di awal pekan ini.

Namun Lagarde telah menyampaikan peringatannya mengenai kenaikan imbal hasil nominal, sementara Schnabel justru menunjuk kepada suku bunga riil, yang mana kedua indikator tersebut dinilai agak menyimpang karena inflasi meningkat lebih cepat dari perkiraan sebelumnya.

Sebagai kepala operasi pasar ECB Isabel Schnabel menyatakan bahwa pihaknya akan memastikan bahwa tidak ada pengetatan kondisi pembiayaan yang tidak beralasan, dan kenaikan suku bunga riil yang terlalu mendadak seiring dukungan membaiknya prospek pertumbuhan global dinilai dapat membahayakan langkah pemulihan ekonomi, dengan demikian ECB akan memantau perkembangan pasar keuangan dengan lebih cermat.

Imbal hasil riil hampir tidak mengalami kenaikan pada ujung pendek dari kurva imbal hasil karena laju inflasi yang sangat kuat tahun ini, sehingga mampu menunjukkan potensi kenaikan dalam proyeksi.

Lebih daripada itu pergerakan imbal hasil nominal terpantau masih berada dalam kondisi moderat, dengan obligasi pemerintah Jerman 10-year saat ini menghasilkan imbal hasil sebesar minus 0.293% dari sebesar minus 0.575% di awal tahun.

Schnabel juga menambahkan bahwasanya untuk saat ini pertumbuhan ekonomi kuartal pertama berpotensi berada di kisaran yang lebih rendah dari ekspektasi bank sentral Eropa, akibat dari diperpanjangnya kebijakan lockdown, namun untuk pertumbuhan di tingkat tahunan sepertinya masih terlihat di angka yang rata-rata tidak berubah seperti sebelumnya.

Sehingga berdasarkan hal tersebut Schnabel mengutarakan bahwa laju pertumbuhan ekonomi di kawasan Eurozone akan kembali ke level sebelum terjadinya krisis pandemi pada periode pertengahan tahun 2022 mendatang.(WD)

Related posts