Header Ads

Ekonomi Jerman Tumbuh Lebih Kuat

Kantor statistik federal Jerman melaporkan laju pertumbuhan ekonomi di negara terbesar Eropa naik 0.3% lebih kuat dari perkiraan di kuartal terakhir tahun lalu, menyusul dukungan dari laju ekspor yang lebih kuat serta aktifitas konstruksi yang solid.

Data ini telah direvisi dari sebelumnya yang menunjukkan ekspansi ekonomi Jerman sebesar 0.1% dari kuartal sebelumnya, serta merevisi naik angka GDP tahunan di 2020 lalu menjadi -4.9% dari -5.0% sebelumnya.

Laju ekonomi yang disesuaikan dengan efek kalendar, dilaporkan menyusut 5.3% pada tahun lalu, yang mencatat kontraksi yang jauh lebih kecil dibandingkan sejumlah negara di Eropa lainnya, seiring respon fiskal yang kuat terhadap dampak kerusakan yang disebabkan oleh pandemi Covid-19.

Dilaporkan pula bahwa pemborosan fiskal yang didanai utang menciptakan defisit anggaran negara secara keseluruhan sebesar 139.6 miliar Euro atau 4.2% dari produk domestik bruto pada 2020, yang merupakan defisit pertama sejak 2011 dan menjadi yang tertinggi kedua sejak reunifikasi Jerman.

Ekspansi ekonomi selama kuartal keempat tahun lalu tercatat mengikuti rekor tingkat pertumbuhan kuartalan sebesar 8.5% di kuartal ketiga serta penurunan 9.7% pada kuartal kedua, akibat dari kebijakan lockdown pertama di Jerman sebagai upaya untuk memperlambat pandemi virus corona.

Sedangkan saat diberlakukannya kebijakan lockdown kedua pada awal November lalu terhadap bar, restoran dan tempat hiburan hingga harus diperluas sampai pertengahan Desember yang mencakup sebagian besar toko dan layanan, telah menyebabkan penurunan laju pengeluaran sektor rumah tangga di kuartal keempat.

Namun demikian laju pendapatan sekali pakai mencatat sedikit kenaikan, didukung oleh skema perlindungan pekerjaan serta bantuan negara untuk para manula, yang mana kebijakan lockdown telah menghalangi konsumen untuk berbelanja, yang ditandai oleh tingkat tabungan yang membukukan pembacaan yang luar biasa tinggi hingga sekitar 15.7% selama periode tersebut.

Ekspor tumbuh 4.5% pada kuartal tersebut sementara pengeluaran rumah tangga turun 3.3%, yang mana berarti perdagangan bersih berkontribusi hingga 0.6 poin persentase ke tingkat pertumbuhan keseluruhan, sementara lambatnya aktifitas domestik telah mengurangi hingga 0.3 poin persentase.

Sementara untuk sektor konstruksi mencatat kenaikan 1.8%, dan terkait akan hal ini Thomas Gitzel dari VP Bank mengatakan bahwa suku bunga rendah telah membantu industri konstruksi untuk terus berkembang, dan sektor manufaktur yang berorientasi ekspor telah mendapat keuntungan dari pesanan yang meningkat dari pelanggan Cina.

Akan tetapi Carsten Brzeski dari ING mengatakan bahwa sejumlah faktor seperti tindakan penguncian yang lebih ketat sejak pertengahan Desember, cuaca musim dingin yang keras di bulan Februari, pembalikan penimbunan pra-Brexit di Inggris serta permintaan asing yang lebih lemah dari negara-negara zona Euro lainnya, telah meningkatkan risiko penurunan di kuartal pertama 2021 ini.(WD)

Related posts