Ekonomi Perancis Tumbuh Lebih Dari Harapan

Meskipun masih menerapkan kebijakan pembatasan virus corona, namun belanja konsumen dan investasi bisnis yang sempat tertahan mampu memberikan dukungan yang signifikan sehingga ekonomi Perancis di kuartal pertama mampu mengalami pertumbuhan lebih dari yang diharapkan.

Badan Statistik INSEE mengatakan bahwa sebagai negara ekonomi terbesar kedua di Eurozone, Perancis mengalami pertumbuhan ekonomi hingga 0.4% dalam tiga bulan pertama di tahun ini dari penyusutan sebesar 1.4% di kuartal terakhir di tahun lalu.

Pertumbuhan ini masih lebih tinggi dari perkiraan pertumbuhan rata-rata di 0.1% yang disuarakan oleh 33 ekonom yang berkisar antara 1.0% hingga minus 1.3% dalam jajak pendapat Reuters.

Pemerintahan Emanuel Macron secara progresif telah memperketat pembatasan selama kuartal pertama dan saat ini Perancis telah memberlakukan lockdown nasional untuk ketiga kalinya di akhir bulan Maret lalu, menyusul peningkatan infeksi serta meningkatnya tekanan terhadap rumah sakit.

Belanja konsumen mencatat pertumbuhan 0.3% di periode kuartal pertama, meskipun pemerintahnya menerapkan langkah-langkah pencegahan penyebaran virus, dan mampu pulih dari penurunan hingga 5.7% di kuartal terakhir tahun lalu, di saat negara tersebut menghadapi lockdown nasional selama sebulan di November lalu.

Untuk investasi bisnis tumbuh sangat kuat dengan mencatat kenaikan 2.2% di kuartal pertama tahun ini, naik dari 1.3% di kuartal keempat tahun lalu, sementara INSEE juga mekaporkan laju permintaan domestik mampu berkontribusi sebesar 0.9 poin persentase ke tingkat pertumbuhan, sedangkan penurunan ekspor mencerminkan hambatan yang disumbang oleh perdagangan luar negeri.

Presiden Emmanuel Macron mengumumkan rencana empat fase pada hari Rabu untuk menghentikan penguncian saat ini, menyusul semakin besarnya tekanan dari sektor bisnis dan publik yang merasa lelah dengan pembatasan aktifitas selama ini.

Dalam hal ini secara khusus pemerintah Perancis akan mulai melonggarkan jam malam serta mengizinkan kafe, bar dan restoran untuk menawarkan layanannya mulai 19 Mei mendatang.

Menyusul survei sentimen bisnis dan konsumen yang sebagian besar bertahan dan bahkan membaik di sektor industri, maka kebijakan lockdown memiliki dampak yang lebih kecil terhadap ekonomi dibandingkan sebelumnya.(WD)

Related posts