Ekspor Cina Tumbuh Lebih Cepat

Permintaan global yang kuat menjadi faktor utama bagi laju pertumbuhan ekspor Cina di bulan Juni yang lebih cepat dari ekspektasi hingga 32.2% dari periode yang sama di tahun sebelumnya, setelah mencatat kenaikan 27.9% di bulan Mei, sekaligus mematahkan perkiraan pertumbuhan 23.1% dalam jajak pendapat Reuters.

Selain itu pihak bea cukai juga melaporkan untuk impor meningkat 36.7%, setelah diperkirakan mengalami peningkatan 30% pasca mengalami kemunduran dari laju pertumbuhan tertingginya dalam satu dekade di angka 51.1% pada bulan Mei sebelumnya.

Dengan demikian Cina mencatat surplus perdagangannya sebesar $ 51.53 milliar di bulan Juni, yang lebih besar dari perkiraan surplus $ 44.2 milliar dalam jajak pendapat Reuters, setelah sebelumnya mengalami surplus $ 45.54 milliar di bulan Mei.

Sementara itu ekspor Cina dalam denominasi mata uang Yuan, juga mencatat pertumbuhan yang lebih cepat di bulan Juni, dibandingkan pencapaian di bulan sebelumnya sehingga mampu membantu mendukung laju pemulihan ekonominya.

Menurut perhitungan dari Bloomberg yang berdasarkan data resmi, laju ekspor dalam Yuan naik 19.9% di tingkat tahunan pada bulan Juni, lebih tinggi dari kenaikan 18.1% yang tercatat di bulan Mei dan lebih tinggi dari perkiraan 15.1% dalam survei Bloomberg terhadap para analis.

Namun demikian untuk laju impor dalam denominasi mata uang Yuan, dilaporkan mengalami perlambatan menjadi 26.1% di bulan Juni, setelah berhasil mencatat kenaikan 39.5% pada bulan Mei sebelumnya.

Pihak administrasi bea cukao Cina telah menerbitkan data untuk semester pertama tahun ini, yang menunjukkan bahwa ekspor dalam mata uang Yuan mencatat kenaikan 28.1% dari tahun sebelumnya, sedangkan untuk impor mencatat kenaikan 25.9% di periode yang sama.

Kenaikan ini dipicu oleh selera pasar global terhadap barang-barang produk Cina, termasuk produk medis dan peralatan kerja di rumah, telah membantu mendorong laju ekspor di tahun ini.

Akan tetapi masih ada sejumlah tanda-tanda yang menunjukkan bahwa momentum ekonomi dapat mulai berkurang, seiring ekonomi dunia serta kapasita di negara lainnya yang mulai mengalami pemulihan.(WD)

Related posts