Emas Bergerak Lebih Rendah Namun Terbatas

Memasuki sesi perdagangan di sesi Asia pada awal pekan ini, pergerakan komoditas Emas bergerak ke kisaran yang lebih rendah, namun masih berada di dekat level tertingginya dalam tujuh pekan terakhir, yang dicapai seiring penurunan imbal hasil Treasury AS yang mendorong minat beli safe haven Emas.

Selama sesi perdagangan pekan lalu, imbal hasil Treasury AS untuk tenor 10 tahun, mencatat penurunan hingga ke level terendahnya dalam beberapa pekan terakhir, sehingga Emas mampu mencatat kenaikan di akhir pekan lalu hingga menyentuh level tertinggi di $ 1783.62 per troy ounce.

Namun demikian pergerakan turun dari komoditas Emas ini mendapat hambatan dari sentimen pasar yang terbentuk akibat kekhawatiran investor terkait jumlah Covid-19 secara global yang terus meningkat, yang dibarengi pula oleh meningkatnya jumlah kematian akibat pandemi yang mencapai angka 3 juta jiwa secara global, sehingga hal ini membatasi kerugian bagi Emas.

Lebih lambatnya peluncuruan vaksin Covid-19 dari harapan semulan, serta terjadinya lonjakan strain baru virus corona yang telah bermutasi menjadi hal yang masih tetap mengkhawatirkan, seiring adanya laporan terjadinya dua kasus pertama infeksi virus corona strain N501Y selama akhir pekan kemarin.

Pihak otoritas Hong Kong pada hari Minggu kemarin telah melarang penerbangan dari dan ke kota-kota di negara India, Pakistan serta Philipina setelah menerima laporan dari dua kasus pertama infeksi virus strain baru.

Sementara itu Bank Sentral Eropa diberitakan akan menyerahkan keputusan kebijakannya di akhir pekan ini, sedangkan Reserve Bank of Australia akan merilis risalah dari pertemuan kebijakan terakhirnya di hari Selasa besok, sehingga keduanya akan menjadi fokus perhatian dari para investor di pasar Emas.

Selain itu tingkat pembelian Emas fisik di India mengalami penurunan seiring kenaikan harga Emas secara domestik serta adanya pembaruan kebijakan pembatasan Covid-19 menyusul India yang terus mengalami lonjakan kasus infeksi virus.

Pemerintah Cina telah meningkatkan impor bullion mereka, sebagai tanda adanya potensi peningkatan laju permintaan, seiring pihak bank komersial yang dilaporkan telah mengimpor Emas dalam jumlah yang besar ke Cina.

Namun sebuah laporan menyebutkan bahwa US Commodity Futures Trading Commission menyampaikan bahwa pihak hedge fund dan money manager telah memangkas posisi bullish Emas mereka di COMEX dan sekaligus meningkatkan kontrak terhadap komoditas Perak selama pekan lalu.(WD)

Related posts