Header Ads

Emas Bersiap Mencatat Kenaikan Mingguan

Saat memasuki sesi perdagangan di hari Jumat ini, pergerakan komoditas Emas mencatat kenaikan dan bersiap untuk membukukan kenaikan mingguan, namun kenaikan inflasi AS yang melaju sedikit lebih cepat dari perkiraan telah mendorong pertaruhan investor terhadap tekanan harga yang hanya bersifat sementara dan dukungan dari bank sentral akan tetap ada.

Data inflasi AS yang dirilis pada hari Kamis waktu setempat, menunjukkan bahwa indeks harga konsumen inti (Core CPI) tumbuh lebih tinggi dari perkiraan di 3.8% dalam skala tahunan, dan tumbuh 0.7% di tingkat bulanan, yang keduanya dirilis di atas ekspektasi, namun masih di bawah angka pertumbuhan pada bulan April sebelumnya.

Sementara itu dari sisi bank sentral, para investor terus mencerna keputusan kebijakan European Central Bank (ECB) yang dirilis sebelum data US CPI, dimana Presiden ECB Christine Lagarde juga memperbarui janjinya untuk program pembelian obligasi yang lebih cepat, bahkan di saat para pejabat telah mengakui untuk pertama kalinya sejak 2018 lalu bahwa ekonomi Eurozone tidak lagi dibayangi oleh risiko terhadap prospek pertumbuhannya.

Selain itu pihak Federal Reserve AS juga akan menurunkan keputusan kebijakan mereka di pekan berikutnya, yang diperkirakan oleh sejumlah kalangan akan memulai pembicaraan mengenai pemangkasan program pembelian obligasi.

Hingga memasuki sesi perdagangan waktu Eropa siang ini, komoditas Emas bergerak di kisaran harga $ 1900, seiring para investor yang bereaksi terhadap data inflasi terbaru, menunjukkan bahwa mereka telah mengikuti pandangan Fed secara berkelanjutan terhadap inflasi yang bersifat sementara dan bahwa tidak akan ada perubahan besar dalam kebijakan moneter dalam jangka pendek.

Terkait akan hal tersebut Warren Patterson yang menjabat sebagai kepala strategi komoditas di ING Groep NV, mengatakan kepada Reuters bahwa terlepas dari angka CPI AS yang lebih besar dari perkiraan, maka imbal hasil masih tetap berada di bawah tekanan sehingga masih memberikan dukungan untuk Emas.

Sedangkan mengenai investor yang menantikan Fed Jackson Hole Symposium yang dijadwalkan pada 26-28 Agustus, Patterson berkomentar bahwa pihaknya percaya bahwa The Fed kemungkinan akan terus mempertahankan pandangan mereka terhadap inflasi sementara pada pertemuan FOMC di pekan depan.

Namun wacana ini dapat berubah di perhelatan Jackson Hole pada akhir Agustus mendatang, sehingga akan membuka peluang adanya pengurangan pembelian obligasi di akhir tahun.(WD)

Related posts